Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
15 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
16 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Penyelamatan Sandera di Papua Berjalan Lancar, 'Bravo TNI-Polri'

Penyelamatan Sandera di Papua Berjalan Lancar, Bravo TNI-Polri
Dok. TNI.
Jum'at, 17 November 2017 17:33 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PAPUA - Operasi penyelamatan sandera yang ditawan kelompok separatis di Papua telah berhasil dilakukan. Operasi gabungan penyelamatan itu digelar oleh aparat gabungan dari Polda Papua dan Kodam Cendrawasih.

Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, operasi telah berhasil digelar di salah satu desa yang warganya ditawan yakni Desa Kimbely.

"Warga Desa Kimbely memang sudah menunggu jadi kami upayakan evakuasi. Karena jalan masih rusak maka kami akan bersama-sama berjalan kaki untuk evakuasi," ujar Irjen Boy didampingi Asops Kapolri Irjen Mochamad Iriawan serta Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen George Elnadus Supit di Desa Kimbely, Papua, Jumat (17/11/2017).

Selanjutnya, Boy memohon doa dari segenap masyarakat Indonesia agar proses penyelamatan dan evakukasi bisa berjalan lancar. "Agar para warga bisa kembali ke kampungnya masing-masing dengan selamat," ujarnya.

Sementara itu, Pangdam Cendrawasih menyatakan para warga Desa Kimbely sangat bahagia dan mengapresiasi hadirnya aparat TNI-Polri untuk menyelamatkan mereka.

"Operasi gabungan TNI-Polri berjalan lancar dan berhasil serta tak ada satu masyarakatpun yang jadi korban," ucap G. E. Supit.

Dia menegaskan, operasi penyelamatan ini sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap warganya yang keselamatannya terancam. "Saya tegaskan, hari ini negara hadir apabila ada kelompok separatis yang mengancam kedaulatan Indonesia," tandasnya.

Sekadar informasi, data terkini jumlah penduduk yang sudah diselamatkan sebanyak 322 orang dewasa dan 22 anak-anak. Mereka disandera sejak Kamis pekan lalu oleh kelompok separatis bersenjata yang melarang mereka keluar desa. ***

wwwwww