Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
6 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
16 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Arbit Sanit: Setya Novanto Politisi Paling Licik di Dunia

Arbit Sanit: Setya Novanto Politisi Paling Licik di Dunia
Setya Novanto saat tiba di KPK. (istimewa)
Senin, 20 November 2017 22:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit angkat bicara soal status baru Ketua DPR Setya Novanto pasca ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Terkait berbagai upaya hukum yang dilakukan SN untuk mengelak dari kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Menurutnya SN layak diberi gelar politisi terlicik di dunia dan politik tanah air.

"Saya kira di dunia politik termutakhir, yang paling licik politiknya adalah Setya Novanto. Dia menghalalkan segala cara, Setya Novanto paling top liciknya. Partainya sendiri dipergunakan untuk meng-bully, membohongi, menakut-nakuti, mendapatkan rente," kata Arbi Sanit kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/11/2017).

Menrutynya, Ketua Umum Partai Golkar itu telah menyalahgunakan kekuasaan yang ia miliki untuk memperkuat kepentingan pribadinya. Maka sangat pas kata dia, jika Setnov dijuluki "Politikus Licik".

Kepentingan itu lanjut Arbi, baik dalam hal memperkaya diri, atau sebagai tameng mengahadapi proses hukum yang menjeratnya sejauh ini. 

"Dia benar-benar orang yang menyalahgunakan kekuasaan sepenuhnya, baik itu sebagai ketua DPR ataupun Golkar, semuanya dipakai untuk mempertajam, memperkuat kelicikannya menghadapi kepentingan-kepentingan melawan kepentingan dia. Apakah itu negara, masyarakat, atau individu, itu dilawan sama dia dengan kekuatan yang dia punya," tegas Arbi Sanit. ***

wwwwww