Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
10 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Esa: Pedagang Kuliner Pujasera Pantai Padang Seperti Tumpukan "Sardencis"

Esa: Pedagang Kuliner Pujasera Pantai Padang Seperti Tumpukan Sardencis
Salah seorang pedagang di kuliner Pujasera Pantai Padang mengadukan minimnya sarana dan prasaran di tempat mereka berjualan.
Kamis, 23 November 2017 20:16 WIB
Penulis: Agib Noerman
PADANG - Kebijakan Pemko Padang yang merelokasi pedagang pantai Padang ke tempat kuliner Pujasera yang tergesa-gesa berdampak langsung bagi pedagang. Tempatnya yang kecil sehingga para pedagang yang berjualan kelihatan seperti "kaleng sardencis" yang tersusun, tidaj adanya sarana penerangan serta minimnya sarana MCK  adalah sesuatu yang biasa ditemukan di tempat kuliner Pujasera.

Beberapa sarana dan prasarana yang minim masih ditemui Maidestal Hari Mahesa, anggota DPRD Padang ketika meninjau langsung tempat relokasi pedagang di Pantai Padang. Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan ini, tempat kuliner Pujasera tidak representatif bagi pedagang. Esa, begitu panggilan akrab Maidestal, menyebut dalam merelokasi pedagang Pemko terkesan terburu-buru dan "memaksa" pedagang untuk pindah.

"Sarana dan prasarana belum memadai. Lokasi yang sempit dan membuat pedagang berdesak-desakan membuktikan Pemko tidak serius menangani persoalan pedagang di Pantai Padang," kata Esa kepada GoSumbar, Kamis (23/11/2017) di sela-sela kegiatan resesnya.

Esa menjelaskan, di lokasi kuliner Pujasera terdapat 49 pedagang yang menggantungkan kehidupan keluarga mereka dengan berjualan. Dengan kondisi tempat yang tidak representatif, penjualan pedagang menurun. Dampaknya, perekonomian keluarga pedagang tidak jalan.

"Banyak pedagang mengeluhkan kondisi mereka. Bahkan, dari pertemuan dengan pedagang terungkap ada yang anaknya sudah empat bulan tidak membayar uang sekolah. Kondisi ini memang cukup memprihatinkan," kata Esa.

Esa berharap kepada Pemko Padang terutama Walikota Mahyeldi untuk peka terhadap persoalan sosial seperti ini. Wako Mahyeldi, sebut Esa, jangan hanya mengejar prestise dengan meraih berbagai penghargaan tapi mengorbankan hak dasar warga Kota Padang.

Persoalan yang dihadapi para pedagang kuliner Pujasera menjadi catatan penting bagi Maidestal. Esa berjanji akan melaporkan langsung masalah ini ke walikota. "Fraksi PPP nanti juga akan merekomendasikan perbaikan kuliner Pujasera. Masalah ini akan dimasukan ke dalam pandangan Fraksi PPP di DPRD Padang," ungkap Esa.(agb)

wwwwww