Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
13 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
14 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Ketum Muhammadiyah: Manuver Novanto Bikin Rakyat tak Nyaman

Ketum Muhammadiyah: Manuver Novanto Bikin Rakyat tak Nyaman
Istimewa.
Jum'at, 24 November 2017 13:54 WIB
JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyindir perilaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto. Dalam pandangannya, manuver Novanto dari mulai mangkir panggilan KPK, masuk rumah sakit, menghilang saat hendak ditangkap, hingga kecelakaan, memperlihatkan teladan buruk. Apalagi dia kini sudah menjadi tahanan KPK.

Meski Novanto tak bisa menjadi representasi seluruh elite politik nasional, namun berdampak besar terhadap persepsi publik. Menurut Haedar, perilaku Haerdar membuat rakyat tidak nyaman.

"Yang muncul satu dua tapi tidak jadi contoh, memang masyarakat anggap yang muncul kisahnya enggak bagus. Kok kisah ya KPK terus kok kisahnya rumah sakit. Rakyat enggak nyaman," ujar dia saat sambutan penandatanganan nota kesepahaman dengan KemenkoPMK di gedung PP Muhammadiyah, Jumat (24/11).

Haedar menuturkan, sesungguhnya masih banyak elite politik dan pemerintahan yang baik. Namun mereka tidak terekspose dan kurang menampakkan diri ke publik. Karena itu Haedar mendorong para elite itu bisa menjadi teladan untuk rakyat.

"Yakin masih banyak, tapi yang banyak ini jangan silent," ucapnya.

Menurutnya, sikap elite itulah yang akan menjadi contoh untuk rakyatnya. Sikap mereka akan menjadi cerminan bagi semua orang. Sehingga kalau sikap buruk yang ditunjukan, akan pula sikap buruk yang dicontoh.

"Kalau elite tidak jadi contoh ya rakyatnya bisa seperti itu," kata Haedar.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww