Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
24 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Katanya Sosok Etnis Jawa Mampu Raih Dukungan Suara Konkret di Pilgubsu

Katanya Sosok Etnis Jawa Mampu Raih Dukungan Suara Konkret di Pilgubsu
Rabu, 13 Desember 2017 13:33 WIB

MEDAN-Etnisitas menjadi salah satu hal yang patut dipertimbangkan untuk menentukan konfigurasi pasangan dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) 2018.


Hal tersebut disampaikan oleh pengamat politik yang juga merupakan akademisi UIN SU Faisal Riza. 

"Konfigurasi pasangan figur itu harus mempertimbangankan, antara lain cluster etnisitas. Bagian dari pertimbangan agar kandidat itu menang atau bisa menang, salah satunya adalah suku-suku mayoritas," katanya. 

Meski menjadi pertimbangan yang cukup penting, salah satu etnis mayoritas di Sumatera Utara belum "tersentuh" oleh para Bakal Calon Gubernur, yaitu etnis Jawa.   
 
"Sementara kita tahu kalau di Sumut, etnis Jawa merupakan mayoritas," ungkap Faisal Riza. 

Berkaca dari dua Pilgub sebelumnya, yaitu pada tahun 2013 dan 2018, pasangan yang di dalamnya terdapat figur keterwakilan etnis Jawa, mampu meraih dukungan suara yang konkrit.  

"Misalnya, kalau belajar dari Pilgub 2008, pasangan Syamsul-Gatot itu representasi jawa. Di 2013 ada Gatot-Erry, Effendi-Jumiran Abdi, Gur Irawan-Sukirman. Pasangan yang memiliki representasi figur Jawa dalam dua pilgub terakhir mendapat dukungan suara konkret," jelas Faisal Riza.  

Meski terdapat tesis yang menyatakan bahwa etnis Jawa di Sumut bukan merupakan kelompok monolitik, Faisal Riza menekankan bahwa representasi Jawa sangat layak untuk dipertimbangkan. 

"Walaupun ada tesis yang menyatakan bahwa etnis Jawa di Sumut tidak monolitik, tetapi sekali lagi, cluster ini perlu dipertimbangkan," tandasnya.

Editor:Wen
Sumber:rmolsumut.com
Kategori:Sumatera Utara, Metropolitan
wwwwww