Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
12 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
13 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Taput Rawan Rawan Longsor, BPBD Catat Sudah 44 Kejadian Bencana

Taput Rawan Rawan Longsor, BPBD Catat Sudah 44 Kejadian Bencana
Lokasi yang rawan longsor di Wilayah Kabupaten Taput (TRIBUN MEDAN/ Arjuna Bakkara)
Rabu, 13 Desember 2017 19:28 WIB
TARUTUNG - Musim penghujan diperkirakan bakal masih mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Beberapa lokasi berbukit yang memiliki kemiringan tampak rawan longsor seperti terpantau di Kecamatan Tarutung, Siborongborong, Siatasbarita, Sipahutar, Pahae Julu, Purbatua, Pahae Jae dan Simangumban, Rabu (13/12/2017).

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Taput, Febrina Tampubolon mengamini, Kabupaten Taput tergolong wilayah yang rawan bencana. Potensi bencana yang terjadi yakni tanah longsor, banjir maupun gempa.

"Kondisi geografis wilayah yang dikelilingi lembah dan perbukitan yang curam juga menjadi faktor kerawanan bencana," sebutnya.

Katanya, ada total 44 kejadian bencana berdasarkan data rekapitulasi BPBD Taput selama periode Januari-November 2017. Kejadian tersebut terdiri dari 36 bencana tanah longsor, 7 bencana banjir dan pohon tumbang.

Hampir seluruh wilayah kecamatan di Taput rawan longsor kecuali Kecamatan Purba Tua. Sementara kecamatan yang juga termasuk rawan banjir yaitu Kecamatan Tarutung, Kecamatan Pahae Jae dan KecamatanbPahae Julu.

Menurutnya, tingginya curah hujan dikhawatirkan rawan menimbulkan banjir. Apalagi daerah yang berdekatan dengan berpotensi banjir hingga jebolnya irigasi yang merusak areal persawahan.

Disinggung soal upaya penanggulangan dan pencegahannya, dia mengaku sudah berkomunikasi dengan masyarakat. Terutama masyarakat yang tinggal di daerah rawan.

"Kami sudah mengimbau agar masyarakat di beberapa kecamatan rawan bencana untuk tetap waspada," sebutnya.

Selain itu, berkaitan dengan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018, katanya BPBD Taput telah membentuk tim satgas penanganan bencana. Mereka terdiri dari 10 orang untuk bersiaga dan memberikan respon yang cepat terhadap penanggulangan bencana.

Tim ini sudah memberikan pelatihan simulasi tentang penanggulangan bencana baik kepada satgas BPBD. Pun masyarakat sekitar khususnya yang tinggal di sekitar DAS dan lereng perbukitan diedukasi.

"Beberapa pekan lalu, kita bersama Pemkab Taput sudah melakukan edukasi," tmbahnya.

Dia berujar, bukan saja bannir dan longsor, gempa bumi juga dapat terjadi di Taput. Kondisi itu dipengaruhi letaknya yang berada di jalur patahan lempengan bumi.

Daerah rawan gempa bumi di Taput antara lain berada di Kecamatan Pahae Jae, Pahae Julu, Purba Tua, dan Simalungun. Terjadinya gempa juga sulit diprediksi.

Editor:Fatih
Sumber:tribun medan
Kategori:Sumatera Utara, Voli, Olympic, PON
wwwwww