Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
19 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Voli

Bupati Irwan: Periode Kedua Saya Merasa Bekerja Lebih Ringan

Bupati Irwan: Periode Kedua Saya Merasa Bekerja Lebih Ringan
Irwan Nasir
Selasa, 19 Desember 2017 18:41 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Periode kedua menjabat Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir merasa bekerja lebih ringan. Sebab, di usia ke 9 Kepulauan Meranti ini, ini didukung oleh tenaga yang professional.

"Saya merasa bekerja lebih ringan karena didukung tenaga yang sudah mulai mengerti, memahami dan sudah bisa melaksanakan apa yang mereka harus kerjakan," kata Irwan.

Dibandingkan tahun pertama menjabat Bupati Kepulauan Meranti, kata Irwan Nasir, tugasnya terasa sangat berat. Selain minimnya SDM, 2010 lalu (dua tahun Meranti terbentuk, red), APBD hanya sebesar Rp360 miliar.

Kata Irwan lagi, hasil perhitungannya saat itu, APBD Kepulauan Meranti minimal Rp700 miliar. Sebab, kalau tidak bisa mencapai Rp700 miliar, maka Kepulauan Meranti tak bisa berbuat apa-apa.

"Langkah pertama yang saya lakukan adalah mengkonsolidasi APBD. Alhamdulillah Rp700 miliar itu bisa kita capai dalam 3 tahun pemerintahan saya," ujar Irwan.

Setelah konsolidasi APBD, kata Irwan, ia menata struktur pemerintahan. Bagaimana supaya Kepulauan Meranti terbentuk instansi vertikal seperti Polres, Kejaksaan, Kemenag, BPN dan lain sebagainya. Ini dikebut, dengan tujuan untuk memberikan pelayanan maksimal ke masyarakat.

Sebab, sebelum itu masyarakat Kepulauan Meranti jika ingin mengurus SIM, sertifikat tanah, naik haji, harus ke Bengkalis. Itu pun terkadang urusan tidak cepat selesai dan memakan banyak biaya.

"Bolak balik ke Bengkalis biaya nya besar. Terkadang urusan lama baru siap, sampai satu tahun. Ini juga menjadi kendala saat itu," kata Irwan.

"Tahun kedua dan ketiga, pembentukan instansi vertikal kita genjot. Alhamdulillah, tahun keempat saya bertugas, pembentukan instansi vertikal sudah kita selesaikan," tambah Irwan.

Kemudian, tahun kelima (5) menjabat Bupati, Kepulauan Meranti mulai merekrut tenaga-tenaga yang profesional dari luar daerah. Sebab, dari awal Pemda menggunakan SDM terbatas, apa yang ada.

"Terasa berat sekali. Karena waktu itu anggaran sudah ada tapi yang mengelola itu tidak cukup kapasitas. Sehingga harus diakui tahun ke 2, 3, dan 4, banyak proyek strategis terbengkalai, karena kita tak punya tenaga," aku Irwan.

Terakhir menjadi bupati, Irwan mengaku tatanan pemerintahan di Kota Sagu sudah mulai berjalan sebagaimana mestinya. Itu bisa dilihat dengan terbangunnya infrastruktur jalan dalam kota yang bagus. Kalau sebelumnya, kegiatan banyak belum siap sementara tahun anggaran sudah habis.

"Alhamdulillah 5 tahun saya jadi bupati dengan semua serba terbatas, target dasar kita tercapai," kenang Irwan.

Keberhasilan lain yang diceritakan Irwan pada periode pertama ia menjabat Bupati adalah berhasil memekarkan desa dan kecamatan. 5 tahun menjabat, kecamatan di Kepulauan Meranti menjadi 9 yang sebelumnya hanya 5.

Lalu, pada periode pertama itu, Kepulauan Meranti ada 29 desa pemekaran. Diakui Irwan, memekarkan desa dan kecamatan sangatlah tidak gampang. Karena, pada waktu bersamaan, kabupaten kota lain yang juga melakukan pemekaran tapi tidak bisa sebanyak kita.

"Karena kita fokus di situ alhamdulillah periode pertama pemekaran selesai," kata Irwan.

Masa sulit itu telah dilaluinya. Ini Irwan mengaku bekerja lebih mudah pada periode kedua. Sebab, ia sudah dibantu tenaga-tenaga yang professional. Itu bisa dilihat dari peresmian beberapa proyek tahun anggaran berjalan sejak 2016 dan 2017.

"Dua tiga hari ini saya keliling meresmikan proyek yang dianggarkan pada tahun anggaran berjalan. Ini sejak 2016," cerita Irwan.

Namun demikian, kendala yang dirasakan orang nomor satu di Kota Sagu itu adalah minimnya anggaran (duit) daerah. Meski sekarang aturan sudah lengkap, SDM mulai membaik, tapi beberapa kebijakan yang dibuat di tingkat nasional menjadi 'penghambat' langkah cepat kepala daerah (bupati).

Seperti kewenangan bupati dipangkas hampir separo. Harga minyak jatuh, dan diperparah dengan alokasi dana yang sudah ditetapkan pusat tidak sepenuhnya bisa direalisasikan.

"Hampir tiap tahun dari Pemerintah Pusat selalu ada penundaan penyaluran, dan itu tidak sedikit untuk ukuran kabupaten kota," beber Irwan. ***

Kategori:Voli
wwwwww