Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Cagubsu dari PDI-P Bakal Jadi "Kuda Hitam" di Pilgubsu 2018

Cagubsu dari PDI-P Bakal Jadi Kuda Hitam di Pilgubsu 2018
Kamis, 21 Desember 2017 12:09 WIB

MEDAN-Dari sejumlah partai besar di Sumut, PDI-P menjadi satu-satunya partai yang cenderung pasif pergerakannya di bursa pencalonan Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) 2018.


Namun, belakangan ini, PDI-P mulai menguatkan sinyal bahwa pihaknya akan menggandeng satu atau dua pertai lainnya untuk mengusung calon alternatif (selain Erry Nuradi dan Edy Rahmayadi). 

Dikabarkan bahwa PDI-P memiliki kekuatan politik untuk menggandeng PPP, dan juga berpotensi "merayu" Partai Hanura. 

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh sejumlah lembaga, bagi PDI-P, Effendi Simbolon adalah kader internal terkuat untuk bertarung pada Pilgub Sumut 2018 nanti. 

Menurut pengamat politik yang juga merupakan akademisi UIN SU Faisal Riza, Effendi Simbolon memiliki peluang yang sangat besar untuk kembali dicalonkan sebagi Gubernur Sumut. 

"Effendi memungkinkan karena pengalaman Pilgub 2013. Walaupun saat itu kalah, tapi dia punya dukungan suara solid dan signifikan. Ketika itu kelemahannya hanya muncul agak mendadak, di akhir pencalonan. Sehingga kerja-kerja pemenangan tidak maksimal," katanya. 

Jika pada akhirnya PDI-P menugaskan Effendi Simbolon untuk bertarung di Pilgub Sumut, jelas Faisal, maka terdapat kemungkinan bahwa Effendi akan dipasangkan dengan pendamping yang memiliki kekuatan elektoral.  

"Kalau Effendi jadi diajukan, saya melihat mereka akan memasangkannya dengan figur yang punya kekuatan elektoral maksimal secara agama dan etnis," jelasnya.  

Namun, siapapun sosok yang akan ditugaskan PDI-P, Faisal Riza menilai bahwa pasangan calon (paslon) tersebut akan menjadi "kuda hitam". 

"Kita hanya bisa mengatakan kemunculan figur dari koalisi PDI-P dan partai yang akan berkoalisi dengannya, itu akan menjadi 'kuda hitam'. Gerakannya diam-diam, tetapi sangat kuat dan meyakinkan," tandasnya.

Editor:Wen
Sumber:rmolsumut.com
Kategori:Metropolitan, Sumatera Utara
wwwwww