Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Memilukan...Abang Becak Ini Meninggal di Atas Becaknya

Memilukan...Abang Becak Ini Meninggal di Atas Becaknya
Kamis, 21 Desember 2017 11:05 WIB

SIBOLGA - Seorang penarik becak bermotor (betor) ditemukan oleh warga dalam keadaan tidak bernyawa di atas betor yang dikendarainya dengan posisi tertidur, di Jalan Thamrin, Kelurahan Kotabaringin.

Abang becak ini diketahui bernama Gongan Pakpahan (56), warga Desa Sigiringgiring, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

“Kita mendapat informasi dari warga yang melaporkan peristiwa itu ke Polres Sibolga, selanjutnya personil turun ke lokasi untuk mengecek kebenaran informasi tersebut,” kata Kapolres Sibolga, AKBP Edwin H Hariandja SIK MH melalui Kasubbag Humas Iptu R Sormin, didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Adhitama.

“Dan benar, seorang abang becak ditemukan tidak bernyawa dengan posisi tertidur di atas becaknya,” kata Sormin.

Personil Polres Sibolga pun membawa jasad korban ke RSUD Ferdinand Lumbantobing Sibolga untuk keperluan visum. “Tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” tambah Sormin.

Keluarga korban bernama Masriani boru Pakpahan menjelaskan, korban memiliki riwayat penyakit jantung, dan korban sudah dilarang agar tidak melakukan aktivitasnya lagi sebagai tukang becak. “Gongan Pakpahan memiliki penyakit jantung dan sudah dilarang untuk tidak menarik becak lagi,” terang Sormin.

Keluarga korban pun menyatakan jasad Gongan tidak perlu diotopsi. “Jasad korban sudah diserahkan ke pihak keluarga dan dibawa ke Desa Sigiringgiring di Tukka,” ujar Sormin.

Editor:Wen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Olympic
wwwwww