Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Home  /  Berita  /  PON

RSUD Cut Mutia Tetap Sediakan Ruang Isolasi untuk Pasien Difteri

RSUD Cut Mutia Tetap Sediakan Ruang Isolasi untuk Pasien Difteri
Ilustrasi.
Kamis, 21 Desember 2017 22:49 WIB
Penulis: Riska Silviana

LHOKSUKON – Meski tidak memiliki serum anti difteri (ADS), RSUD Cut Mutia, Kabupaten Aceh Utara tetap menyediakan ruang isolasi untuk korban terkena penyakit difteri.

 “Walaupun tidak ada serum anti difteri, tetapi ruang isolasi tetap ada kita sediakan dan medis juga sudah siap di sana,” kata Direktur RSUD Cut Mutia, drg Nurhaida, Kamis (21/12/2017).

Nurhaida mengatakan, setiap ada pasien yang dinyatakan positif terjangkit penyakit mematikan itu yang dirujuk oleh puskesmas, langsung diperiksa di ruang isolasi tersebut.

“Setelah diperiksa di ruang isolasi, baru dirujuk ke RSU Zaenal Abidin di Banda Aceh karena hanya di sana yang ada anti serum difteri,” kata Nurhaida lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara menemukan 12 kasus suspek difteri di 6 kecamatan. Namun, hasil pemeriksaan di laboratorium, hanya satu pasien yang positif. Pasien tersebut kini sudah membaik setelah dirujuk ke RSUZA.

Editor:Jamaluddin Idris
Kategori:PON
wwwwww