Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
19 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  PON

Warga Padang Seurahet Dirikan Monumen Jam Tsunami

Warga Padang Seurahet Dirikan Monumen Jam Tsunami
Monumen Jam Tsunami di Gampong Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, menunjukkan waktu terjadinya tsunami. Foto diabadikan Selasa (26/12/2017). [Aidil Firmansyah]
Selasa, 26 Desember 2017 15:20 WIB
Penulis: Aidil Firmansyah

MEULABOH - Masyarakat pesisir Gampong Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, mendirikan monumen nama-nama korban dan jam tsunami di masjid bekas peninggalan tsunami 13 tahun lalu.

Keuchik Gampong Padang Seurahet, Idris Usman mengatakan, gempa disusul gelombang tsunami 26 Desember 2004 meluluhlantakkan desa tersebut, semua bangunan disapu gelombang dengan total korban penduduk gampong terdata 376 jiwa, tidak banyak yang selamat karena keberadaan mereka di tepi pantai.

"Jam tsunami ini merupakan tanda bukti yang menunjukkan waktu terjadi gempa dan naiknya gelombang besar yang menghantap gampong kami," ujar Keuchik Idris Usman, Selasa (26/12/2017).

Bangunan Masjid Baitul Atiq Gampong Padang Seurahet, yang terlatak di dekat bibir pantai gampong tersebut sempat dihantam ombak tsunami, akan tetapi tidak hancur porak-poranda karena gelombang tsunami. Sementara warga yang menyelamatkan diri ke atas masjid itu masih selamat.

Pendirian monumen jam tsunami itu juga dibarengi dengan nama-nama korban yang meninggal dunia pada tragedi 2004 silam.

"Ada 500 lebih warga kita yang meninggal dunia, hanya 376 jiwa yang terdata, kami juga mengimbau kepada warga untuk segeta memberitahukan keluarganya yang menjadi korban tsunami," pintanya

Editor:Kamal Usandi
Kategori:PON
wwwwww