Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
6
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
8 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Home  /  Berita  /  PON

Cegah Muda-mudi Rayakan Tahun Baru, Polisi Syariat Gencarkan Patroli

Cegah Muda-mudi Rayakan Tahun Baru, Polisi Syariat Gencarkan Patroli
Ilustrasi [Istimewa]
Rabu, 27 Desember 2017 07:20 WIB

BANDA ACEH - Petugas Wilayatul Hisbah (WH) atau polisi syariat Islam di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh bakal berpatroli untuk mengantisipasi adanya umat Islam yang merayakan malam pergantian Tahun Baru 2018. Sebab, perayaan pergantian tahun tidak sesuai dengan syariat.

Ketua WH Tgk Mursalin menuturkan, petugas akan meningkatkan patroli ke tempat-tempat yang dinilai berpotensi menggelar perayaan malam tahun baru.

"Pada hari jelang malam pergantian tahun baru, petugas juga akan mendatangi lokasi-lokasi wisata dan pusat kota serta tempat umum lainnya yang ramai dikunjungi masyarakat untuk disosialisasi atau diberi imbauan melalui pengeras suara," kata Tgk Mursalin di Lhoksukon, seperti dilansir Antara, Selasa (26/12).

Patroli itu bertujuan mengajak masyarakat agar tidak merayakan malam pergantian tahun baru, seperti membakar petasan, meniup terompet dan hiburan lainnya yang dilarang dalam Islam. Polisi syariat Islam akan memperketat pengawasan ke objek wisata seperti ke Gunung Salak, dan lokasi wisata pantai yang ada di Kabupaten Aceh Utara.

"Siapa tahu pada malam perayaan tahun baru ini, ada sekelompok pemuda atau muda-mudi merayakannya. Makanya petugas akan meningkatkan pengawasan ke lokasi wisata," jelas Tgk Mursalin.

Patroli juga diberlakukan di jalan lintas nasional dan jalan lintas kecamatan untuk mengawasi muda-mudi berpasang-pasangan yang bukan muhrimnya. Kemudian ke pusat-pusat kota yang berpotensi ada perayaan malam pergantian tahun baru dengan meniup terompet dan membakar petasan.

"Petugas WH baik yang ada di pos wilayah timur, wilayah tengah dan wilayah barat di Kabupaten Aceh Utara sudah siap melakukan patroli ini," ucap Tgk Mursalin.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:merdeka.com
Kategori:Aceh, PON
wwwwww