Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
10 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  PON

Terbanyak di Aceh Utara, Jumlah Korban Tsunami di Kecamatan ini Capai 900-an Jiwa

Terbanyak di Aceh Utara, Jumlah Korban Tsunami di Kecamatan ini Capai 900-an Jiwa
Korban tsunami di Gampong Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara saat menggelar zikir dan doa bersama, Selasa (26/12/2017) kemarin. [Riska Silviana]
Rabu, 27 Desember 2017 10:23 WIB
Penulis: Riska Silviana
LHOKSUKON - Jumlah korban jiwa akibat bencana alam gempa dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004 lalu di Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara mencapai 900-san jiwa. Di kecamatan itu, jumlah korban tsunami terbanyak dibandingkan daerah lain di Aceh Utara.

"Kalau di Kabupaten Aceh Utara, di Seunuddon terbanyak korban tsunami. Karena penduduk di sini umumnya berada di pesisir," kata Keuchik Gampong Bantayan, Fadhal Umri kepada GoAceh, Rabu (27/12/2017).

Fadhal mengatakan, 900-an korban tsunami ini meliputi sejumlah gampong seperti Teupin Kuyun, Ulee Rubek Timur, Bantayan, Ulee Rubek Barat, Lhok Puuk, Meunasah sagoe, Matang Lada, Meunasah Payang, Paya Dua Ujong, Matang Anoe, Ulee Matang, Alue Caplie dan Matang Jelikat.

"Pada Selasa kemarin, kami di sini menggelar acara zikir dan doa bersama mengenang kembali musibah itu yang tentunya hingga saat ini masih segar dalam ingatan kami bagaimana dahsyatnya musibah tsunami. Doa bersama dan tausiah ini dipimpin oleh Tengku Rajab selaku pimpinan Dayah Miftahul Huda," ujar Fadhal lagi.

Untuk sekadar diingat, kata Fadhal, bencana alam yang sudah berlalu 13 tahun lalu tersebut meluluhlantakkan pemukiman penduduk. Tidak sedikit areal tambak ikan, persawahan dan bangunan serta harta benda lainnya ikut disapu tsunami.

"Saya mewakili masyarakat berharap pemerintah agar mengupayakan kembali bantuan untuk korban tsunami di daerah ini mengingat sudah 13 tahun berlalu. Bantuan yang diperoleh sebelumnya tentu saja sudah tidak lagi memadai, apalagi sudah belasan tahun," tutur Fadhal.

Editor:Jamaluddin Idris
Kategori:PON
wwwwww