Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
23 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
17 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
20 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
20 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
Home  /  Berita  /  Badminton

Dua Tugas Pokok Ini Jadi Sorotan Ketua DPR RI yang Baru

Dua Tugas Pokok Ini Jadi Sorotan Ketua DPR RI yang Baru
Istimewa.
Senin, 15 Januari 2018 17:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto resmi mengumumkan Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo sebagai ketua DPR pengganti Setya Novanto di ruang rapat Fraksi Golkar, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/1/2018).

Bambang Seosatyo diminta agar dalam menjalankan tugas dan kewajiban dapat menjaga selalu integritas dan kehormatannya sebagai Ketua DPR RI, sekaligus sebagai kader agar selalu dapat menjaga dan menaikan citra Partai Golkar.

Bambang Soesatyo (Bamsoet) pun menyebut ada dua tugas pokok yang harus diselesaikan dirinya saat menjabat ketua DPR RI.

"Ada dua tugas pokok yang harus segera saya tuntaskan. Yang utama adalah menyelesaikan kesimpulan dan rekomendasi Hak Angket Pansus KPK," kata Bambang Soesatyo di ruang Fraksi Golkar gedung Nusantara I lantai 12, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/1/2018).

Kedua, lanjut Bamsoet, terkait revisi UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau UU MD3.

"Kedua, menyelesaikan UU MD3 yang selama ini tertunda. Sehingga kita harap di masa mendatang suasan politik DPR ini makin harmonis dan jadi bagian tak terpisahkan bagi suksesnya pembangunan nasional," kata Bambang Soesatyo.

Pengesahan Bamsoet sebagai ketua DPR dilakukan melalui rapat paripurna DPR yang digelar di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/1/2018). Bamsoet dilantik usai ditunjuk Ketum Golkar Airlangga Hartarto, melalui mekanisme partai, sebagai ketua DPR.

Rapat dihadiri 3 wakil ketua DPR, yakni Fahri Hamzah, Taufik Kurniawan, dan Agus Hermanto. Fadli Zon absen. Rapat dipimpin oleh Agus Hermanto. Agus awalnya membacakan daftar absensi rapat paripurna. Setelah itu, dia meminta persetujuan terkait sifat rapat, apakah terbuka atau tertutup dan diputuskan terbuka.

"Kami nyatakan terbuka untuk umum," ucap Agus.

Agus masuk ke inti acara, yakni pelantikan Bamsoet. Sebelumnya, dia menjelaskan rapat paripurna ini punya 3 agenda, yaitu pemberhentian ketua DPR RI (Setya Novanto), penggantian ketua DPR RI (dijabat Bamsoet), dan pelantikan antar waktu anggota DPR RI.

Sebelum meminta persetujuan pelantikan Bamsoet dari forum paripurna, Agus menjelaskan soal surat-surat masuk dari Fraksi Golkar. Lalu, barulah dia meminta persetujuan.

"Apakah penggantian ketua DPR RI dari Fraksi Golkar dari Drs H Setya Novanto kepada Bambang Soesatyo dapat disetujui?" ujar Agus.

"Setuju!" jawab peserta paripurna.

Setelah ada interupsi, agenda paripurna dilanjutkan dengan penetapan Bamsoet sebagai Ketua DPR. Bamsoet bersiap untuk melafalkan sumpah dengan dipandu Ketua MA, Hatta Ali.

Sejumlah pimpinan lembaga yang merupakan mitra kerja Komisi III DPR hadir dalam pelantikan Bamsoet. Seperti diketahui, Bamsoet memang berasal dari Komisi III DPR.***

wwwwww