Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
16 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
13 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
13 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
17 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
10 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
6
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
Home  /  Berita  /  Badminton

Geger Mahar Miliaran, Loyalis La Nyalla Mundur dari Gerindra

Geger Mahar Miliaran, Loyalis La Nyalla Mundur dari Gerindra
Istimewa.
Senin, 15 Januari 2018 15:13 WIB
JAKARTA - Dugaan permintaan mahar Partai Gerindra terhadap La Nyalla M Mattalitti berbuntut panjang.

Loyalis-loyalis La Nyalla mundur dari Gerindra."Selama ini Pak La Nyalla selalu berkomitmen untuk berjuang bersama kadernya di Pemuda Pancasila yang tergabung menjadi anggota Partai Gerindra di Jawa Timur," ujar Andi Baso Juherman seperti dikutip GoNews.co dari detikcom, Senin (15/1/2018).

Baso, yang juga Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya, mengatakan para pengurus PP sangat marah kepada Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Soepriyatno, yang disebut meminta uang Rp 170 miliar untuk pencalonan La Nyalla sebagai bakal calon Gubernur Jatim 2018.

"Pak Nyalla berjuang untuk Partai Gerindra. Ternyata apa yang terjadi. Pak La Nyalla dikecewakan dengan adanya permintaan uang dari Soepriyatno, oknum Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur, via seluler yang telah beredar rekamannya, meminta uang 170 miliar kepada Pak Daniel bendahara Pak La Nyalla, dengan dalih jika ingin direkomendasikan Partai Gerindra sebagai calon Gubernur Jawa Timur, serahkan saja uang Rp 170 miliar nanti Soepriyatno mengantarkan uang tersebut ke Prabowo selaku Ketum Partai Gerindra. Ini ketua partai atau calo partai?" cetusnya.

Andi Baso menjelaskan La Nyalla bukannya tidak mampu menyediakan dana hingga Rp 300 miliar untuk proses Pilgub Jatim.

"Bahkan beliau sudah menyediakan Rp 300 miliar dari rekan-rekannya para pengusaha muslim yang hendak membantu beliau pada Pilgub Jawa Timur mendatang," ujarnya.

"Hanya yang disesalkan karena belum apa-apa oknum Partai Gerindra sudah meminta uang, sementara rekom belum diturunkan, dan pilgubnya juga masih lama. Perlu dipertanyakan, ada apa oknum di Partai Gerindra terburu-buru minta uang. Ini sebuah pembelajaran politik yang tidak elok," jelasnya.

Selama ini, kata Baso, La Nyalla bersama kader-kadernya di Jawa Timur berjuang membesarkan Partai Gerindra, khususnya di Jawa Timur.

Bahkan La Nyalla membawa dan turut membesarkan bendera Gerindra selama bertahun-tahun di Jawa Timur. "Namun balasannya sungguh menyakiti hati beliau, pendukung, serta kader-kadernya," jelasnya.

Selain mundur dari keanggotaan Partai Gerindra, Baso akan membuka Posko Pengaduan Politik Uang. "Yang diduga dilakukan oleh Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:detik.com
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta, Jawa Timur
wwwwww