Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  PON

Kemenkes Temukan 21 Kasus Difteri Baru

Kemenkes Temukan 21 Kasus Difteri Baru
Ilustrasi [Istimewa]
Senin, 15 Januari 2018 08:01 WIB
JAKARTA - Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 21 kasus baru penyakit difteri terjadi di lima provinsi periode 1-13 Januari 2018.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Elizabeth Jane Soepardi mengatakan, provinsi baru yang terdapat kasus difteri adalah Lampung dan Aceh, sementara tiga sisanya masih terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. 
"Kasus baru terjadi di Lampung yakni di Kota Bandar Lampung. Kalau di Aceh itu di Aceh Utara, Aceh Timur, dan Kabupaten Pidie," katanya kepada redaksi, Senin (15/1).

Menurut Jane, kasus difteri baru dilaporkan terjadi di seluruh wilayah Jakarta. Untuk Provinsi Banten terjadi di Kabupaten Serang, Kota Tangerang Selatan, dan kasus pertama di Kota Cilegon.

Data Kemenkes menyebut Jawa Barat masih menjadi kasus terbanyak yang terjadi di wilayah Bogor, Ciamis, Tasikmalaya, dan Cianjur. Sebelumnya dilaporkan kasus difteri baru per 9 Januari sebanyak 14 kasus di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

"Kami menemukan sebanyak 85 kabupaten/kota yang pada 2017 terjadi kejadian luar biasa difteri tercatat sudah tidak ada kasus baru," jelas Jane.

Dia menambahkan, KLB difteri bisa dikatakan selesai pada suatu wilayah apabila tidak ditemukan lagi kasus baru dalam jangka waktu 30 hari semenjak kasus terakhir terjadi. Untuk saat ini, kasus difteri paling terakhir terjadi di suatu wilayah pada 31 Desember 2017. Sehingga ketetapan pencabutan status KLB difteri di suatu wilayah paling tidak pada 31 Januari. 

Editor:Kamal Usandi
Sumber:rmol.co
Kategori:Aceh, PON
wwwwww