Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
19 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Gejolak di Hanura, Oesman Sapta: Saya Mundur atau Mereka Berhenti

Soal Gejolak di Hanura, Oesman Sapta: Saya Mundur atau Mereka Berhenti
Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang. (Istimewa)
Selasa, 16 Januari 2018 14:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Partai Hanura mengalami gejolak. Sekjen Sarifuddin Suding mengajukan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) karena dinilai melakukan banyak pelanggaran. Ketua Umum baru juga sudah ditunjuk yakni Daryatmo.

OSO membantah terjadi dualisme kepemimpinan di Hanura. Ia meyakinkan Hanura masih dipimpin olehnya sebagai ketua umum yang sah.

"Belum dualisme. Masih satulisme," kata OSO di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/1).

Konflik yang terjadi di lingkungan internal partai, kata OSO, terjadi karena menjelang verifikasi partai. Sehingga ada niat dari oknum tertentu yang ingin menjatuhkan Hanura."Dan mungkin nanti kalau mereka gagal, mereka akan pindah ke Parpol lain," ujarnya.

OSO juga mengancam akan memecat kader yang ikut ambil andil dalam konflik yang saat ini terjadi.

"Kita pecat. Kalau orang sudah melakukan kerusakan partai dan merusak marwah partai masa harus dipertahankan lagi? Enggak usah sulit, sederhana saja. Saya mundur atau mereka berhenti," tegasnya.

"(Siapa yang akan dipecat) siap-siap saja. Lihat aja nanti saya umumkan," pungkasnya.***

wwwwww