Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
13 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
14 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Home  /  Berita  /  Badminton

Kubu Sudding Akan Adakan Munaslub, OSO: Acaranya Saja Ilegal, Ya Biar Saja Mereka Sadar Sendiri

Kubu Sudding Akan Adakan Munaslub, OSO: Acaranya Saja Ilegal, Ya Biar Saja Mereka Sadar Sendiri
Oesman Sapta saat menggelar silaturahmi dengan pimpinan media. (Muslikhin/GoNews.co)
Rabu, 17 Januari 2018 00:48 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Rencana Munaslub kubu Sarifudin Sudding yang akan melengserkan kursi pimpinan umum yang saat ini dinakhodai Oesman Sapta, dianggap acara ilegal dan tidak berdasar.

Hal ini ditegaskan Oesman Sapta Odang, saat konfrensi pers usai acara ramah tamah pimpinan DPP Hanura dengan pimpinan sejumlah media di kediamannya, Selasa (16/1/2017) malam.

"Ilegal itu," ujarnya.

"Jadi saya tidak perlu merangkul atau mengajak mereka. Intinya mereka harusnya sadar diri, bahwa yang dilakukan itu salah dan justeru merusak organisasi partai," tukasnya.

"Jadi munaslub itu saya tegaskan lagi, harus melalui ketua umum. Jadi kalau orang mengerti organisasi, sederhana, tinggal telepon saya, akan saya teken. Tapi kalau diluar itu ya ilegal. Masak tokoh-tokoh politik nasional menggunakan cara-cara itu," sesalnya.

Oso juga merasa aneh, ketika kubu Sudding bersusah payah mencari dukungan dan bergerilya ke daerah-daerah demi rencana ilegal.

"Jadi gak ada upaya apapun. Biarkan mereka mengadakan acara ilegal itu. Saya tak mau Hanura ada dua seperti katakanlah PPP. Saya tak mau, kondisi DPD dan DPC sekarang, sangat maju dan bangga karena sudah ada perubahan baik. Makanya kasihan, mereka dipaksa-paksa memberikan dukungan keblinger, ini kan salah," tandasnya.

Saat ditanya apakah dirinya sudah konsultasi dengan Presiden Jokowi. Oso dengan tegas menjawab "tidak".

"Saya tidak pernah konsultasi soal partai ke Pak Jokowi. Tidak-tidak. Bahkan saya juga tidak pernah membawa permasalahan partai ke beliau, Presiden Jokowi sendiri tak akan maulah campur tangan urusan partai," tandasnya.

"Jadi kita tunggu saja mereka sadar," pungkasnya. ***

wwwwww