Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal SK Double di Pilkada, OSO: Jangan Putarbalikkan Fakta, Justru Saya Enggak Mau Ada SK Ganda

Soal SK Double di Pilkada, OSO: Jangan Putarbalikkan Fakta, Justru Saya Enggak Mau Ada SK Ganda
Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang. (GoNews.co/Muslikhin)
Rabu, 17 Januari 2018 01:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Soal dukungan pilkada Sumatera Selatan, yang dijadikan alasan kubu Sarifudin Suding untuk melengserkan Oesman Sapta Odang (OSO) dari tapuk pimpinan Hanura, dianggap salah kaprah.

Bahkan menurut Oesman Sapta Odang yang akrab dipanggil OSO, justeru mereka (kubu Sudding, red), yang memutar balikkan fakta.

"Jadi begini, awalnya kita sudah memberikan dukungan dan yang menerbitkan SK doubel-doubel ya dia, Sekjen Hanura lama. Makanya saya batalkan, enggak perduli saya, jangan dibalik pula seolah-olah saya memerintahnya. Justeru saya itu membenahi," tegas OSO saat konfrensi pers dengan sejumlah awak media di acara ramah tamah pimpinan DPP Hanura dengan Pimpinan Media, Selasa (16/1/2018) malam.

Menurut OSO, SK doubel yang ia batalkan ada di tiga wilayah, yakni Papua, Kalimantan dan Sumsel.

"Ada tiga kalau saya gak salah. Jujur saja untuk Sumsel misalnya, itu awalnya dia menerbitkan SK untuk Herman Heru, saya juga teken. Nah tiba-tiba Ketua DPD Hanura Sumsel mendukung calon lain, ini kan enggak bener. DPD harusnya kan patuh sama DPP, jadi jangan seenaknya saja, itu makanya saya batalkan dan tetap ke dukungan awal," tegasnya.

"Mana boleh kalau kita sudah mendukung Si A, tiba-tiba dukung calon lain. Dan Itu ditandatangani Sekjen yang sudah saya pecat itu, jadi jangan dibalik ceritanya," paparnya.

Kemudian yang di Garut kata Oso, masalahnya juga bukan soal uang atau mahar. Tapi pihaknya melihat siapa sosok yang kira-kira bakal jadi.

"Jadi dukungan di Garut bukan melulu uang atau sumbangan atau mahar. Tapi itulah kita melihat sosok yang cocok dan kita prediksi menang. Kalau nanti kalah ya itu resiko kita," tandasnya.

Untuk itu, ia meminta agar kubu Sudding tidak memutar balikkan fakta dan menuduh kisruh soal mahar.

"Kita ingin struktur organisasi partai ini berjalan dengan benar. Kawan-kawan juga tau selama saya memimpin tiga lembaga, pernah kalian mendegar saya bermain uang? Saya enggak mau mencoreng karier saya. Temen-temen pers juga tau, selama ini saya selalu komitmen, dimana sisa-sisa hidup ini akan saya habiskan dan saya persembahan untuk membantu daerah," pungkas OSO. ***

wwwwww