Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
8 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara
Dugaan Korupsi Bapemas Sumut Rp40,8 M

Kejatisu Sebut Tersangka Edita Siburian Belum Terbuka Berikan Keterangan

Kejatisu Sebut Tersangka Edita Siburian Belum Terbuka Berikan Keterangan
Sabtu, 17 Februari 2018 22:08 WIB
Penulis: Indra BB
MEDAN - Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) mengakui bahwa dalam pemeriksaan tersangka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Edita Siburian masih belum terbuka oleh penyidik atas kasus dugaan korupsi dana sosialisasi peningkatan aparatur Pemerintah Desa di Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Sumut Tahun Anggaran (TA) 2015 senilai Rp 40,8 miliar tersebut.

Hal itu disampaikan Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi keterlibatan pihak lain dalam kasus ini karena tersangka Edita belum mau terbuka dan masih memberikan keterangan yang normatif.

"Keterangan Edita masih normatif sekali. Dan dia belum mau terbuka kepada kita sehingga kita belum menemukan keterlibatan orang lain lagi dalam kasus ini," ucap Sumanggar, Sabtu (17/2/2018).

Menurutnya, keterangan Edita diperlukan dalam menentukan status mantan orang nomor satu di Bapemas tersebut yakni Amran Utheh yang sudah dua kali dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Kejatisu.

"Iya, keterangan Edita kita perlukan untuk status Amran Utheh. Tapi kita belum dapatkan itu dari Edita karena jawaban dari Edita hanya normatif dan belum terbuka sama kita," bebernya.

Tersangka Edita Siburian tidak dilakukan penahanan seperti tersangka lainnya dengan alasan pertimbangan dari penyidik.

Sebelumnya, penyidik Kejatisu bahkan pernah membeberkan bahwa penyidik sudah menetapkan Amran Utheh sebagai tersangka. Namun beberapa hari kemudian penyidik mengklaim bahwa Amran Utheh masih diperiksa dengan kapasitas sebagai saksi.

Dalam kasus ini, Kejatisu telah menetapkan tiga orang rekanan yang bergerak dibidang Event Organizer (EO) sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu Rahmat Jaya Pramana selaku Direktur PT Ekspo Kreatif Indo, Taufik selaku Direktur Mitra Multi Komunication dan Budhiyanto Suryanata selaku Direktur PT Proxima Convex.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Beladiri, Olympic, PON
wwwwww