Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
22 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
16 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
16 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
16 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Riau

Perang Air, Berbaur dalam Keberagaman

Perang Air, Berbaur dalam Keberagaman
Saat berlangsungnya perang air sempena Imlek di Selatpanjang, Riau - foto dari internet
Sabtu, 17 Februari 2018 18:13 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Salah satu momen yang paling dinanti-nanti di Selatpanjang adalah saat datangnya Imlek. Selama 6 hari berturut-turut akan ada perang air bersempena Imlek.

Perang air itu dilaksanakan setiap sore menjelang maghrib. Mereka akan berkeliling menggunakan becak motor (Bentor) sambil berbasah-basahan. Peserta perang air akan menyerang (menggunakan air) satu sama lainnya.

Daya tarik perang air telah memukau masyarakat luas. Tak hanya dalam negeri Indonesia, tetapi juga mancanegara.

Untuk momen imlek itu, lebih 20 pengunjung akan datang ke Selatpanjang. Mereka berasal dari kota besar di Indonesia dan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Bahkan, turis dari Afrika, Brazil, dan beberapa negara eropa pun pernah mengunjungi Selatpanjang.

Momen perang air Imlek bukan lagi diikuti warga Tionghoa. Tetapi, seluruh tamu dari luar daerah dan penduduk tempatan (pribumi).

Merela saling membaur. Mereka saling menyiramkan air kepada siapun peserta perang air yang melintas.

Bahkan, polisi yang menjaga di sepanjang jalan tak luput dari serangan peserta perang air. Penegak hukum pun membalasnya sambil menyuguhkan senyuman tanda ikut menikmati momen tahunan tersebut.

Banyak yang menyebut Perang Air atau Cian Cui di Selatpanjang lebih meriah dari perhelatan Songkran di Thailand.

Saat berlangsungnya Cian Cui, senjata untuk menyerang peserta lain bukan hanya air. Tetap ada juga yang berbentuk busa dan penggunaannya harus terlebih dahulu disemprot. Busa ini sepertinya tidak bermasalah untuk mata.

Perang air itu akan berlangsung selama 6 hari. Waktu yang digunakan pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, menjelang Salat Maghrib.

Dengan adanya perhelatan tahunan itu, lebih 20 ribu warga datang ke Selatpanjang. Mulai dari hotel, rumah makan, tempat belanja pakaian, hingga tukang becak mendapat rezeki dengan adanya momen perang air sempena Imlek. ***

Kategori:PON, Riau
wwwwww