Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Riau

Ingin Pariwisata Alam di Buluh Cina Kampar Maju seperti Siak, Warga Ajukan Permintaan Ini ke Syamsuar

Ingin Pariwisata Alam di Buluh Cina Kampar Maju seperti Siak, Warga Ajukan Permintaan Ini ke Syamsuar
Paslon Gubri dan Wagubri, Syamsuar - Edy Natar Nasution nomor urut 1 saat menghadiri deklarasi kampanye damai di KPU Riau.
Minggu, 18 Februari 2018 08:53 WIB
Penulis: Ira Widana
KAMPAR - Pembangunan jembatan gantung dan pengembangan wisata Desa Adat menjadi usulan prioritas masyarakat pada Kampanye dialogis Calon Gubernur Riau nomor urut 1, Syamsuar di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Riau, Sabtu (17/2/2018).

Hal itu baru diungkapkan Syamsuar Minggu (18/2/2018) pagi saat berbincang dengan GoRiau.com di sela acara Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Riau 2018 di halaman kantor KPU Provinsi Riau.

"Kampar itu ternyata memiliki banyak ragam kebudayaan dan kepariwisataan yang bisa dikembangkan. Salah satunya di desa Buluh Cina, yang telah menasional. Warga Kampar punya harapan yang besar dengan kami untuk mendukung perkembangan industri pariwisata di Buluh Cina seperti apa yang sudah kami lakukan di Siak," kata Syamsuar.

Pembangunan jembatan gantung salah yang menjadi objek penting bagi masyarakat dan wisatawan yang sama ini menyeberang menggunakan rakit. Dengan adanya jembatan gantung itu nantinya, sarana penghubung dusun seberang tidak perlu lagi menggunakan rakit.

"InsyaAllah pembangunan jembatan gantung ini bisa direalisasikan. Sama seperti di Siak, nanti juga akan ada lagi pembangunan jembatan. Dan kemaren anggota DPRD Provinsi Riau yang hadir juga akan mewujudkan aspirasi warga Buluh Cina ini," ucap Syamsuar lagi.

Selanjutnya, masih kata Bupati Siak dua periode ini Desa Buluh Cina ini memiliki sebuah hutan adat dengan luasan 2500 hektar 1500 hektar digunakan dan dimanfaatkan oleh warga. Sedangkan 1000 hektar dijadikan sebagai Hutan wisata. Hutan wisata ini dinamakan Hutan Rimbo Tujuh Danau.

Pada saat hutan-hutan yang berada di Riau beralih fungsi menjadi Hutan Tanaman Industri dan Perkebunan Sawit, Masyarakat desa yang tergabung dalam ninik mamak negeri enam tanjung, desa Buluh Cina mampu mempertahankan hutan adat ini dari penjarahan dan pengalih fungsian hutan.

Berkat kegigihan mereka dalam mempertahankan hutan, mereka mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Pemerintah menganugerahkan Kalpataru kepada desa ini pada tahun 2009.

Uniknya lagi, masyarakat di desa ini juga akan menyambut tamu atau pengunjung desa dengan berbagai kesenian seperti penyambutan dengan musik talempong, silat Pangean, gondang gong, dan zikir bebano.

Selain itu, desa ini adalah desa dari atlit atlit dayung perahu naga yang prestasi mereka sudah sampai kemana mana. Thailand dan Singapura adalah dua negara yang menjadi saksi bagaimana perkasanya pemuda pemuda desa ini menggayuh perahu hingga garis finish.

"Katanya jika ingin melihat mereka latihan, kita bisa datang ke desa pada hari Rabu, Sabtu, dan Minggu. Maka dari itu, warga ingin fasilitas dan sarana kepariwisataan di Buluh Cina ini dilengkapi sama seperti apa yang kami pernah lakukan di Siak. Selain dua yang prioritas Desa Adat dan pembangunan jembatan gantung, masyarakat juga inginkan infrastruktur jalan," tutupnya.***

Kategori:Metropolitan, Riau
wwwwww