Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
18 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
21 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
18 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Produksi Getah di Langsa Menurun Akibat Musim Kemarau

Produksi Getah di Langsa Menurun Akibat Musim Kemarau
Petani sedang menderes pohon karet di Kabupaten Aceh Utara. [Dok GoAceh]
Minggu, 18 Februari 2018 19:50 WIB
Penulis: Yudi

LANGSA – Produksi getah pohon karet di Kota Langsa akhir-akhir ini menurun hingga 50 persen akibat pengaruh musim kemarau.

Menurut petani, produksi getah menurun hingga 50 persen ketimbang seperti sebelumnya. Kondisi ini pun membuat petani sangat kewalahan. Mereka enggan menderes getah karena pendapatan yang tidak seimbang dengan modal.

“Musim kemarau ini biasa kami sebut musim trek. Jika dalam kondisi seperti ini, getah yang keluar dari kulit batang karet sangat sedikit,” ujar seorang petani, Panidi kepada GoAceh, Minggu (18/2/2018).

Panidi menerangkan, jika pun dipaksa menderes, getah yang diperoleh hanya sekitar 65 kilogram dalam seminggu. Hal ini jauh berbeda dengan pendapatan normal yag mencpai 80 kilogram perminggu.

“Biasanya, puncaka musim trek ini terjadi tiap bulan Mei. Kami walaupun begini tetap bertahan. Mau bagaimana memang tengah musim kemarau,” ujarnya.

Editor:Jamaluddin Idris
Kategori:Aceh, Ekonomi
wwwwww