Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
21 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
21 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
21 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
21 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Sihar Sitorus Bilang Pilkada adalah Pertarungan Politik Bukan Fisik

Sihar Sitorus Bilang Pilkada adalah Pertarungan Politik Bukan Fisik
Minggu, 18 Februari 2018 13:37 WIB
Penulis: rel

MEDAN - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) nomor urut 2, Sihar Sitorus mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kekondusifan dan menggunakan hak suara dengan baik. Menurut wakil dari Djarot Saiful Hidayat tersebut, Pemilih Kepala Daerah (Pilkada) adalah pesta rakyat yang harus dilaksanakan dengan damai.

Di sela-sela acara Kampanye Damai Pilkada Sumut 2018, Sihar mengatakan bahwa Pilkada yang merupakan esensi dari pesta demokrasi harus melibatkan elemen masyarakat. Keterlibatan tersebut meliputi keikutsertaan masyarakat dalam menggunakan hak suara dengan baik.

"Pesta demokrasi kan pesta kebebasan dalam menentukan sikap politik. Menentukan pilihan sesuai dengan hati nurani, berdasarkan visi dan misi pasangan calon. Karena itu masyarakat harus tetap damai dalam menjaga kekondusifan daerah," terangnya, Minggu (18/2/2018) di Taman Budaya Sumut.

Sihar juga mengatakan bahwa dalam Pilkada yang terjadi adalah pertarungan politik dan bukan fisik. Karena itu masyarakat memahami bahwa dalam pertarungan tersebut kerap disusupi orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Termasuk dalam menyebarkan informasi bohong atau hoax dan berbagai upaya yang membuat masyarakat resah.

"Kita ikuti saja aturan main yang ada, semua akan baik. Dan kita percaya semua pasangan calon adalah putra terbaik bangsa yang memiliki visi dan misi membangun daerah yang lebih baik lagi," katanya.

Bapak dari dua anak yang mengelola multiusaha tersebut menuturkan bahwa masyarakat juga sudah pintar. Beragam isu-isu yang berpotensi menimbulkan kegaduhan dalam Pilkada tidak mendapat respon lagi. Karena itu para pelaku-pelaku yang tidak bertanggung jawab sudah semestinya berdiam diri karena sudah tidak memiliki ruang yang besar bagi masyarakat.

"Masyarakat kita kan sudah pintar, mereka tidak akan mudah percaya. Nanti akan lebih pintar lagi lah kita buat kalau milih nomor dua," katanya sambil tertawa.

Editor:wen
Kategori:Sumatera Utara, Metropolitan
wwwwww