Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
23 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
22 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
23 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Riau

Tempuh 3 Jam Perjalanan, Aparat Berhasil Sergap Alat Berat yang Lakukan Perambahan di Area TNTN Pelalawan, 1 Orang Diamankan

Tempuh 3 Jam Perjalanan, Aparat Berhasil Sergap Alat Berat yang Lakukan Perambahan di Area TNTN Pelalawan, 1 Orang Diamankan
Tim gabungan usai menyergap satu alat berat dan operatornya (Berjongkok) yang melakukan perambahan di kawasan TNTN Pelalawan
Senin, 19 Februari 2018 13:23 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Tim gabungan dari Kepolisian sektor (Polsek) Ukui Pelalawan, TNI, petugas TNTN (Taman Nasional Tesso Nilo) dan pihak KLHK melakukan penyergapan terhadap aktivitas perambahan hutan di area tersebut, Minggu (18/2/2018) kemarin.

Penyergapan ini membuahkan hasil, di mana aparat berhasil menangkap tangan satu unit alat berat (Escavator) dan seorang operatornya yang sedang melakukan penggalian parit keliling/tapal batas lahan. Diduga, aktivitas ini terkait perambahan di kawasan TNTN.

Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi menuturkan, aktivitas penggalian parit dengan alat berat tersebut diketahui sudah dilakukan selama hampir dua minggu. Ini jelas-jelas tidak diperbolehkan. Sebab itu, pihak berwenang yang 'mengendus' kegiatan ini langsung mengambil tindakan.

Escavator tersebut kemudian disita, dan operatornya berinisial LH asal Parlilitan Sidikalang diamankan untuk dimintai keterangannya. Pengusutan juga dilakukan terkait masuknya alat berat ini tanpa izin ke dalam kawasan TNTN. Informasinya, lahan yang digarap itu merupakan kebun sawit.

Usut punya usut, kebun sawit tersebut milik salah seorang berinisial Sm. Padahal diketahui kalau kawasannya masuk dalam area TNTN, Desa Bagan Limau. "Kita sudah proses, alat berat dan operatornya sudah diamankan," tegas Kapolres Pelalawan kepada GoRiau.com, Senin (19/2/2018) siang.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Ukui Ipda Anra Nosa yang ikut dalam penyergapan tersebut mengatakan, untuk bisa sampai ke lokasi, jajarannya dan tim gabungan harus menempuh perjalanan selama dua jam (Dari Polsek Ukui, red).

"Kemudian, karena medannya sulit dan tidak memungkinkan kendaraan masuk ke dalam, kami akhirnya berjalan kaki sekitar satu jam untuk bisa sampai ke sana," terang polisi yang pernah ditunjuk PBB ini sebagai team leader di United Nation Police (Polisi PBB). ***

Kategori:Beladiri, Riau
wwwwww