Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
12 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
13 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Miris, Sekolah di Pelalawan Masih Kekurangan 15.420 Set Meubeler

Miris, Sekolah di Pelalawan Masih Kekurangan 15.420 Set Meubeler
Penampakan meja guru di SD 007 Desa Tanjung Air Hitam, Kecamatan Kerumutan, Pelalawan.
Selasa, 20 Februari 2018 10:49 WIB
Penulis: Farikhin
PELALAWAN - Sekolah di Kabupaten Pelalawan masih kekurangan meubeler berupa meja dan kursi. Kebutuhan meubeler siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) jumlahnya cukup fantastis, mencapai 15.420 set.

"Secara keseluruhan, kekurangan meubeler sekolah kita mencapai 15.420 set," sebut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pelalawan, Syafruddin, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Pelalawan, Senin (19/2/2018).

Menurut Syafruddin, jumlah tersebut asumsinya satu siswa dengan satu set meja dan kursi. Meubeler dibutuhkan bagi siswa SD dan SMP yang ada di Kabupaten Pelalawan.

"Jumlah itu, sudah termasuk dengan penggantian meubeler yang sudah tidak layak pakai, termasuk juga meja kursi guru dan ruang perpustakaan," paparnya.

Terkait persoalan ini, pada tahun 2017 pihaknya telah mengusulkan pengadaan 10 ribu set meubeler dengan anggaran hampir mencapai Rp 10 miliar.

"Tapi, proyek pengadaan meubeler sekolah itu gagal lelang karena persoalan teknis. Tahun ini juga tak dianggarkan, karena APBD tak mencukupi," jelas Syafruddin.***

Kategori:Umum, Riau, Badminton
wwwwww