Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Deputi BI: Meski Perkembangan Ekonomi Global Membaik, Kita Harus Tetap Waspada

Deputi BI: Meski Perkembangan Ekonomi Global Membaik, Kita Harus Tetap Waspada
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmayana Hadi dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut Arief Budi Santoso saat berfoto usai kuliah umum di USU, Rabu (28/2/2018).
Kamis, 01 Maret 2018 12:39 WIB
Penulis: anita

MEDAN- Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmayana Hadi menuturkan saat ini perkembangan ekonomi global telah membaik.

Begitupun Bank Indonesia (BI) tetap mewaspadai perkembangan ini yang akan berdampak capital outflow atau aliran dana dalam negeri ke luar negeri.

Dijelaskannya, perbaikan ekonomi global tahun ini diperkirakan terus berlanjut. Perbaikan ini didorong oleh akselerasi ekonomi AS dan China. Kondisi ekonomi dua negara itu dipastikan bakal berpengaruh positif terhadap ekonomi Indonesia, terutama permintaan komoditas di pasar ekspor.

“BI mewaspadai ekspektasi kenaikan suku bunga AS oleh The Fed yang diperkirakan akan terjadi dua atau tiga kali tahun ini. Rencana kenaikan suku bunga AS tersebut bakal menimbulkan ketidakpastian perekonomian global, termasuk ketidakpastian di Indonesia,” katanya pada ratusan mahasiswa saat Kuliah Umum Kebanksentralan oleh Rosmayana Hadi, Deputi Gubernur Bank Indonesia bertemakan Regulasi Ekonomi dalam Meningkatkan Pembangunan di Daerah di Gelanggang Mahasiswa USU, Rabu (28/2/2018).

Menurutnya lagi, perkembangan teknologi finansial (Fintech) juga menjadi salah satu fokus perhatian untuk pengembangan ekonomi Indonesia seiring revolusi digital yang terus berlangsung.

"Untuk itu, kita harus menyusun kekuatan bersama, baik dari segi regulasi, kesiapan industri jasa keuangan dan masyarakat untuk memanfaatkan fintech sebagai motor penggerak ekonomi. Peluangnya sangat besar. Jadi satu daerah itu jangan bergantung sama satu komoditas saja. Sebab harga komoditas itukan fluktuatif bisa jatuh maka mulailah kita bisa mencari sumber pertumbuhan ekonomi yang baru contohnya seperti pariwisata yang terus berkembang,” pungkasnya. 
 

Editor:wen
Kategori:Sumatera Utara, Ekonomi
wwwwww