Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Pengantin Naik Helikopter Polri, Poldasu Bentuk Tim Menyelidiki

Pengantin Naik Helikopter Polri, Poldasu Bentuk Tim Menyelidiki
Kamis, 01 Maret 2018 09:33 WIB

MEDAN - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) akan membentuk tim untuk mendalami dugaan helikopter Polri yang digunakan membawa pasangan pengantin di Pematangsiantar, Minggu (25/2) kemarin.

Kapolda Sumut, Irjen Pol. Paulus Waterpauw mengatakan, pihaknya akan membentuk tim untuk mendalami kejadian tersebut. Kapolda tetap berkeyakinan tidak ada komersialisasi aset negara.

"Tadi pagi sudah kami bahas juga, karena baru ada berita itu dan itu tidak benar. Yang sesungguhnya anggota kami sedang melakukan patroli di daerah Pematangsiantar, kemudian ada sepasang pengantin yang memanfaatkan untuk sekadar foto," kata Paulus, Rabu (28/2).

Pernyataan Kapolda ini masih didasarkan pada laporan stafnya. Sebab, laporan keberadaan aset negara di Pematangsiantar itu untuk keperluan maintenance atau perawatan. Karena pada Minggu (25/2) sekitar pukul 10.00 WIB, kru helikopter Polda Sumut melaksanakan maintenance flight setelah pengecekan radio helikopter yang membutuhkan jarak frekuensi sekitar 25 km antara helikopter dengan bandara.

Setelah dilakukan pengecekan hasilnya kurang bagus sehingga pilot helikopter memutuskan untuk mendarat dan mencari lapangan terdekat guna dilakukan pemeriksaan oleh teknisi. Namun hal tersebut masih akan didalami oleh Polda Sumut.

"Saya sudah membentuk tim untuk mendalami apa ada kesengajaan atau tidak? Apa memang fasilitas seperti itu dimanfaatkan?," ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, momen itu hanya dimanfaatkan pengantin untuk mengambil foto.

"Saya pikir ya di tempat-tempat lain teman-teman kita, satuan tugas juga sama ya. Artinya sekarang kan terbuka, ya tidak ada yang ditutup-tutupi, kalau ada upaya untuk misalnya melihat peralatan," ungkap Paulus.

Ditanya tentang boleh tidaknya pasangan pengantin berfoto di dalam helikopter Polri, Kapolda mengatakan hal itu harus melihat kepentingannya.

"Kalau dalam konteks tugas, harusnya tidak dibolehkan. Kalau di pinggir bolehlah. Saya belum pelajari yang sesungguhnya seperti apa," tambahnya.

Untuk diketahui, peristiwa itu terjadi di Lapangan H. Adam Malik, Pematangsiantar, pada Minggu (25/2). Dalam video yang beredar di media sosial, pasangan pengantin tersebut turun dari helikopter. Saat pasangan pengantin turun dari helikopter, mereka kemudian berjalan melintasi karpet merah.

Editor:wen
Sumber:analisa
Kategori:Sumatera Utara, Voli, Olympic
wwwwww