Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  PON

Presiden Afganistan Tawarkan Taliban Jadi Partai Politik

Presiden Afganistan Tawarkan Taliban Jadi Partai Politik
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Ahmadzai [Ist]
Kamis, 01 Maret 2018 13:10 WIB

KABUL - Presiden Afganistan Ashraf Ghani membuat gebrakan dengan menawarkan milisi bersenjata Taliban membentuk partai politik. Ini sebagai bentuk pengakuan bahwa Taliban tidak akan lagi disebut sebagai pemberontak dan teroris. Presiden Ghani menegaskan tawaran damai ini tanpa memberikan syarat apa pun kepada Taliban.

"Kami saat ini menawarkan tanpa persyaratan untuk mencapai kesepakatan damai," katanya dalam acara konferensi internasional, yang berfokus pada menghadirkan perdamaian di Afganistan, yang diselenggarakan di Kabul, Rabu, 28 Februari 2018, seperti dikutip dari Guardian.

Ia memastikan secara resmi pemerintahannya dan konstitusi akan mengakuinya. Sebaliknya, Taliban juga harus mengakui pemerintah Afganistan dan menghormati hukum.

Presiden Ghani juga meminta gencatan senjata dilakukan setelah Taliban nanti menjadi partai politik dan mengikuti pemilu.

"Gencatan senjata harus dilakukan. Taliban harus diakui sebagai partai politik dan proses membangun kepercayaan harus diinisiasi," ujarnya.

Seperti dikutip dari Channel News Asia, Ghani juga menegaskan keputusan atas tawaran itu ada di tangan Taliban. "Sekarang putusan ada di tangan Anda, terima perdamaian dan mari mewujudkan stabilitas di negeri ini," ucapnya.

Taliban belum memberikan respons atas tawaran Presiden Ghani. Namun beberapa hari lalu Taliban menyerukan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat untuk menemukan solusi damai setelah lebih dari 16 tahun hidup dalam peperangan.

Sepanjang 2018, Taliban telah membuat serangan mengerikan, seperti ledakan bom di dalam ambulans di Kabul, ibu kota Afganistan, pada Februari lalu, yang menewaskan lebih dari 130 orang. Sebelumnya, Taliban menyerang Hotel Intercontinental, yang menewaskan 20 orang, saat terjadi penyergapan.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:tempo
Kategori:Aceh, PON
wwwwww