Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
23 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
2
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
3
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
21 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
4
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
5
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
Metropolitan
24 jam yang lalu
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
6
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Gubsu Sampaikan Beberapa Persoalan Sumut Kepada Tim Pengkaji Lemhanas

Gubsu Sampaikan Beberapa Persoalan Sumut Kepada Tim Pengkaji Lemhanas
Kamis, 08 Maret 2018 08:03 WIB
Penulis: rel

MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi bersilaturahmi dan menjamu makan malam Tim Pengkaji Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI) di Gubernuran Jalan Sudirman Medan.

Hadir disitu antara lain mewakili Deputi Pengkajian Strategik Lemhanas RI, Tenaga Ahli Bidang Diplomasi Marsekal Muda TNI Gutomo, Direktur Opersional Dr. Agus Budijarto, Direktur Bidang Ekonomi Brigjen TNI Ramses L. Tobing ST, Tim Kajian Lemhanas RI, Wakil Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) Sabrina, Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas)  III Kolonel Pnb Tri Bowo Budi Susanto, Asisten dan Staf Ahli Gubsu serta Kepala OPD Provsu.

Dalam kesempatan itu, Tengku Erry menyebutkan, cukup tingginya harga gas (elpiji) di Sumut dibandingkan dengan daerah lain menyebabkan adanya gejolak di industri manufaktur. Karena sebahagian besar industri manufaktur di Sumut menggunakan gas sebagai bahan bakarnya.

‘’Kalau kita berbicara daya saing tentunya menjadi persoalan harga gas yang cukup kompetitif menyebabkan adanya gejolak dalam industri tersebut. Untuk itulah kita perlu mendiskusikan untuk mencari bagaimana solusi agar harga bahan bakar gas ini bisa lebih ditekan,’’ ucap Erry.

Lebih lanjut, Erry mengharapkan bahwa mengenai kebijakan penurunan harga untuk wilayah Sumut hendaknya menjadi salah satu pembahasan dalam studi Tim Pengkajian Lemhanas RI kali ini sebagai salah satu dukungan agar perusahaan industri semakin bisa bersaing.

“Terimakasih dan apresiasi saya ucapkan atas kedatangan Tim Pengkaji Lemhanas RI ke Sumut, semoga dapat mencari solusi-solusi atas permasalahan yang ada daerah ini,’’ harap Erry.

Disamping masalah harga gas, mengenai hal yang berhubungan dengan aturan-aturan di Sumut masih lebih tinggi dengan daerah lain seperti landing fee bandara di Sumut masih tergolong lebih tinggi dibandingkan dengan bandara di daerah lain. Hal ini tentunya dapat menjadi masukan dari Lemhanas RI kepada pemerintah dalam hal ini Pemerintah Pusat karena Provinsi Sumut merupakan pintu gerbang Indonesia bagian barat.

Erry menambahkan, bahwa sebagai provinsi terluas keempat di Indonesia, Sumut mempunyai potensi alam yang cukup banyak baik dalam bidang perkebunan, pariwisata maupun industri. Sumut sendiri memiliki potensi perkebunan kelapa sawit terbesar setelah Riau. Sumut juga memiliki kawasan ekonomi khusus industri kelapa sawit di Sei Mangke.

Di sektor pariwisata Sumut juga memiliki Danau Toba yakni danau terbesar di Asia. Selain panorama Danau Toba yang dapat membius pengunjung, Sumut juga memiliki potensi pariwisata yang menarik lainnya untuk dikunjungi wisatawan mancanegara seperti Bukit Lawang, Berastagi, pulau Nias dan lainnya.

Sementara, Tenaga Ahli Bidang Diplomasi Deputi Pengkajian Strategik Lemhanas RI, Marsekal Muda TNI Gutomo mengatakan pilihan studi pengkajian ke Provinsi Sumut dikarenakan provisi yang mempunyai 33 Kabupaten/Kota ini  merupakan daerah yang sangat dinamis dan berpotensi cukup besar dalam kemajuan yang dapat memberikan kontribusi san berpengaruh sampai ke tingkat nasional.

Ada dua pengkajian yang dilakukan yakni bidang ekonomi dan pengaruhnya terhadap kebijakan-kebijakan luar negeri Indonesia, terhadap pengaruh dari Amerika dan Cina. “Jadi kita akan melaksanakan pengambilan sample dan mengangkat permasalahan lokal yang terjadi saat kita disini, “ucapnya.

Disamping itu, keberadaan Sumut yang berbatasan dengan Selat Malaka tentunya sangat berpotensi terhadap keamanan nasional. Untuk itulah diharapkan dengan adanya pengkajian terhadap akselerasi transformasi ekonomi berbasis industri manufaktur dapat meningkatkan meningkatkan kemandirian daya saing Sumut dalam rangka ketahanan nasional dan implementasi kebijakan luar negeri Indonesia guna menghadapi kebijakan Amerika dan Cina dalam rangka ketahanan nasional, demikian Marsekal Muda TNI Gutomo.

Editor:wen
Kategori:Sumatera Utara, Badminton, Voli, PON
wwwwww