Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
13 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
14 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Home  /  Berita  /  Badminton

Zulkifli Hasan: Yang Harusnya Dicegah Masuk Kampus itu LGBT, Bukan Cadar

Zulkifli Hasan: Yang Harusnya Dicegah Masuk Kampus itu LGBT, Bukan Cadar
Ketua MPR RI, Zulkfli Hasan. (Istimewa)
Sabtu, 10 Maret 2018 19:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Polemik rencana larangan dan pembinaan untuk mahasiswi menggunakan cadar mendapat respon dari Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Ia menegaskan, cadar adalah ekspresi keagamaan yang harus dihormati sepanjang tidak menganggu orang lain.

"Yang seharusnya dilarang masuk kampus itu perilaku LGBT, bukan mahasiswi pakai cadar. Ekspresi keagamaan itu hak setiap warga negara sepanjang tidak menganggu orang lain," tandasnya.

Hal ini disampaikan Ketua MPR Zulkifli Hasan di sela sela memimpin roadshow gerakan Kami Indonesia di Makassar, tepatnya di Kampus Unhas dan UNM Sabtu (10/3/2018).

Ketua Umum PAN ini juga menolak stigma dan generalisasi bahwa mereka yang bercadar sudah pasti radikal dan dianggap teroris.

"Jangan hanya karena seseorang menjalani prinsip yang diyakininya, lantas kita merasa punya hak menuduh yang macam macam. Menggunakan cadar tak lantas membuat seseorang jadi teroris," tambahnya.

Ia mengapresiasi kampus yang lebih memilih fokus untuk meningkatkan daya saing mahasiswa di era global dan inovasi ini.

"Era baru teknologi informasi ini kampus dihadapkan pada tantangan persaingan global yang makin ketat. Di sinilah peran kampus untuk berikan inovasi, kreativitas dan temuan temuan baru untuk bangsa," tutupnya. ***

wwwwww