Loading...    
           

Suwarno: Munasluber PTMSI Atas Perintah Menpora

Suwarno: Munasluber PTMSI Atas Perintah Menpora
Selasa, 27 Maret 2018 22:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Meski Ketua Umum.PP PTMSI, Oegroseno menyebut ilegal dan telah melapor ke Mabes Polri, Musyawarah Nasional Luar Biasa Bersama (Munasluber) PTMSI yang didukung KONI Pusat tetap digelar di Hotel Santika Premiere Jakarta, 27-28 Maret 2018.

Carateker Ketua Umum PB PTMSI sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Munasluber PTMSI, Suwarno mengatakan pelaksanaan Munasluber PTMSI ini atas perintah Menpora Imam Nahrawi.

Tujuannya, untuk menyelesaikan dualisme kepengurusan cabang olahraga tenis meja.  "Munasluber PTMSI ini digelar atas perintah Menpora," kata Suwarno di Hotel Santika Premiere Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Adanya dualisme kepengurusan tenis meja tersebut, kata Suwarno, cukup mengganggu. Contohnya, dia menyebut terjadi di PON Jawa Barat dimana ada atlet yang tidak diperkenankan tampil. "Dualisme ini harus berakhir. Melalui Munasluber PTMSI semuanya menyatu dalam membangun tenis.meja Indonesia ke depan," katanya.

Dualisme kepengurusan tenis meja terjadi pada tahun 2012 usai Munas PTMSI di Solo. Saat itu, Dato Sri Taher yang terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Ketua Umum PB PTMSI. 

Kemudian, kubu yang menentang keberadaan Dato Taher melayangkan gugatan ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI). Alasannya, Dato Taher telah melanggar AD/ART yang jelas mengatur jabatan ketua umum hanya dua periode. 

Gugatan tersebut dikabulkan BAORI sehingga KONI Pusat pimoinan Tono Suratman menyetujui digelarnya Munaslub PTMSI.

Dari sinilah awal dualisme organisasi tenis meja. Kubu pendukung Dato Taher menggelar Munaslub PTMSI di Aula Polda Metro Jaya, Jakarta April 2013 dan memilih Komjen Pol (Purn) Oegroseno sebagai Ketua Umum PP PTMSI. 

Lalu, kubu penentang Dato Taher menggelar Munaslub PTMSI yang didukung KONI Pusat di Hotel Century Park Jakarta, Juni 2013 dan memilih Marzuki Alie sebagai Ketua Umum PB PTMSI.

Dualisme terus berlanjut tatkala KONI Pusat pimpinan Tono Suratman hanya mengakui dan melantik PB PTMSI pimpinan Marzuki Alie. Dan, PP PTMSI diakui Komite Olimpiade Indonesia (KOI) pimpinan Rita Subowo. 

Meski Oegroseno telah memenangkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan keputusan Mahkamah Agung (MA), dualisme tetap berlanjut sampai Marzuki Alie mundur dan posisinya digantikan Lukman Edy yang terpilih dalam Munaslub PTMSI di Jakarta tahun 2016.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Olahraga, DKI Jakarta

       
        Loading...    
           
wwwwww