Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Dari Harimau, Buaya Sampai Beruang Mendadak Muncul, Ini Tanggapan DPRD Inhil

Dari Harimau, Buaya Sampai Beruang Mendadak Muncul, Ini Tanggapan DPRD Inhil
Ilustrasi (net).
Selasa, 03 April 2018 12:32 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN-Belum lama publik digegerkan dengan Bonita, seekor harimau yang tmengakibatkan dua nyawa melayang, publik kembali dikejutkan dengan adanya pembunuhan terhadap empat ekor beruang madu yang dilakukan empat orang warga di Kecamatan Tempuling, Inhil.

Hal ini tentu saja membuat tanda tanya besar, apalagi sebelumnya, seekor buaya berukuran 2 meter juga ditemukan warga tengah meringkuk di dekat rumah waraga di Kecamatan Kempas.

Dari Harimau, buaya, sekarang beruang, kenapa akhir-akhir ini mereka mendadak muncul, ini sebuah tanda tanya bagi kita, ujar Sekretaris Komisi II DPRD Inhil, M Amin kepada GoRiau.com," Selasa (3/4/2018).

Dijelaskan Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, kejadian ini sebagai bukti rusaknya ekosistem hutan di Negeri Seribu Parit ini.

"Artinya ekosistem mereka sudah rusak, kalau tidak, mereka tidak akan mau mengganggu. Kita aja contohnya, rumah kebanjiran aja pusing," lanjutnya.

Ia pun berharap, ada tindak lanjut dari pihak terkait terhadap kejadian ini. Agar hewan-hewan yang dilindungi tersebut aman dari jamahan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.(adv)

wwwwww