Kapolres Kuansing Minta Para Korban Travel Umrah JP Madania Segera Melapor
![]() |
| Ilustrasi (internet). |
Penulis: Wirman Susandi
"Kenapa harus takut? Segera melapor biar bisa ditindaklanjuti. Kalau tak melapor, uangnya juga gak akan kembali," ujar Fibri beberapa hari yang lalu kepada GoRiau.com di Telukkuantan.
Fibri mengharapkan para korban tidak takut melapor ke polisi, kendati ada dugaan intimidasi dari agen JP Madania yang ada di Kuansing. Ia mengaku cukup prihatin dengan beberapa jamaah umrah yang ditipu travel JP Madania.
Harusnya para korban melapor, kendati kasus penipuan JP Madania sudah ditangani oleh Polda Riau. Tapi, para korban yang ada di Kuansing tentu tidak akan terdata jika tak melapor.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, 22 orang warga Kuansing menjadi korban penipuan JP Madania. Mereka tertarik dikarenakan biaya jauh lebih ringab dari travel lainnya, yakni senilai Rp21 juta.
Para korban telah mengikuti proses pra umrah, seperti manasik. Mereka hanya menunggu waktu keberangkatan. Sayang, para agen selalu mengiming-imingi besok atau lusa. Dua tahun berjalan, mereka tak juga diberangkatkan. Bahkan, ada juga yang memilih berangkat dengan travel lain.
"Sekarang kami minta uang kembali. Agen jangan lepas tanganlah. Bukannya ngurus kami, malah buka travel baru," ucap korban yang enggan disebutkan namanya.***













