Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
21 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
18 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
22 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
23 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton
Berita Khusus Pilgubri 2018

Kampanye di Dumai, Andi Rachman Ikut ke Dapur Pembuatan Keripik Cabe Kesukaannya, Ini yang Dilakukannya

Kampanye di Dumai, Andi Rachman Ikut ke Dapur Pembuatan Keripik Cabe Kesukaannya, Ini yang Dilakukannya
Rabu, 04 April 2018 21:16 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
DUMAI - Arsyadjuliandi Rachman, cagub Riau nomor empat memang sudah pernah sekolah sampai ke Amerika. Tapi, hal itu tidak membuat lidahnya berpaling dari cita rasa cemilan khas Indonesia, kerupuk cabe. Terutama keripik cabe buatan Dumai.

Makanya, ketika melakukan blusukan ke pasar pagi Jaya Mukti di Dumai Timur, Kota Dumai, ia tekatkan hari singgah ke GG Jeruk. Di sana ada home industri pembuatan keripik cabe Hj Karmi. Salah satu perintis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) keripik cabe di Kota Dumai. 

Hj Karmi, sang pemilik langsung menyambut Andi Rachman dengan ramah dan penuh senyuman. 

"Terima kasih pak gubernur, pak Andi Rachman sudah sudi mampir ke rumah kami. Silahkan masuk pak," ujar Hj Karmi yang sudah membangun usaha ini sejak 1982 silam. 

Andi Rachman langsung menyelonong ke dapur. Ia seperti sedang penasaran pingin lihat langsung bagaimana proses penggorengan dan pembuatan keripik cabe yang lagendaris ini. 

Sesampai di dapur, ia memperhatikan dua atau tiga tungku besar yang bertengger kuali dengan minyak panas mendidih di dalamnya. Mbak Sri, asisten Hj Karmi sedang asik menggoreng potongan ubi. 

Sejurus kemudian, Andi Rachman mendekati mbak Sri. Lalu ia rebut sendok penggorengan dari tangan mbak Sri. 

"Biar saya saja ya mbak. Tunjukin aja caranya biar gak gosong," ungkapnya sambil terkekeh. 

Andi Rachman lantas bercerita kalau ia jadi ingat sewaktu jadi anak kos di Jogja dan Solo. "Masak sendiri, masak mie," tuturnya bercanda. 

Lantas ia asik mengaduk aduk keripik ubi. "Mbak Sri wong endi," ucapnya membuka percakapan lagi. 

"Wong Jowo pak," ujarnya. 

"Jowone pundi," kata Andi Rachman. 

"Pacitan pak. Bapak wong Jowo po ? Jowo ne pundi ?," 

"Kulo Solo," ujarnya becanda karena dulu ia pernah menjalani kuliah di UNS Solo. 

Usai menggoreng, Andi Rachman juga mencoba merajang ini untuk dijadikan kripik. Berkali kali keluar candaan dari Andi Rachman yang sedang dibimbing Hj Karmi merajang ubi. 

Usaha kripik ini, kata Andi Rachman memang menjadi ikon cemilan dari Dumai. Kini, banyak usaha serupa di Dumai dengan cita rasanya masing masing.  Terkenal hingga ke mancanegara salah satunya, Singapura. 

"Temen saya yang di Singapura selau minta dibawain kripik cabe Dumai kalau saya ke sana," ceritanya. 

Industri kreatif ini, tambahnya menjadi salah satu prioritas yang dikembangkan pihaknya. Ini bagian dari pengembangan pariwisata di Riau. 

"Rupat akan kita jadikan Kawasan Ekonomi khusus Pariwisata. Dumai dengan berbagai industri kreatif, kuliner dan lainnya, bisa mendukung hal tersebut," tutupnya. (rls)

wwwwww