Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
12 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
13 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
9 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
7 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
7 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
Home  /  Berita  /  Badminton

AJI Indonesia Gelar Workshop ''Profesionalisme Jurnalis Hadapi Hoaks'' dan UKJ di Hotel Grand Suka Pekanbaru

AJI Indonesia Gelar Workshop Profesionalisme Jurnalis Hadapi Hoaks dan UKJ di Hotel Grand Suka Pekanbaru
Ketua AJI Pekanbaru Firman Agus didampingi Sekretaris AJI Pekanbaru Nolpitos Hendri memberikan sambutan. (dok)
Kamis, 05 April 2018 21:07 WIB
PEKANBARU - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia menggelar workshop bertemakan ''Profesionalisme Jurnalis Menghadapi HoaKs''. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Grand Suka, Pekanbaru, Jumat (6/4).

Workshop ini merupakan bentuk tanggung jawab AJI kepada anggota untuk peningkatan profesionalisme. Khusus tahun ini diangkat tema mengenai mengantisipasi hoaks yang belakangan begitu gencar melanda Indonesia dengan berbagai isu, terutama berkaitan dengan SARA.

''Ini bentuk tanggung jawab organisasi profesi AJI dalam meningkatkan kualitas anggota. AJI Indonesia bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia dalam kegiatan ini,'' terang Ketua AJI Pekanbaru, Firman Agus.

Dalam workshop kali ini akan hadir tiga pembicara, yakni dari Kedutaan Besar Australia, Dewan Pers dan AJI Indonesia.

''Pembicaranya adalah Counsellor. Media and Strategic Communications Australian Embassy Jakarta Ian Gerard, Komisioner Dewan Pers Nezar Patria dan Budisantoso Budiman dari AJI Indonesia,'' jelas Firman.

Dengan adanya workshop ini diharapkan jurnalis lebih paham akan mekanisme peliputan dan menyaring isu-isu hoaks. Dengan demikian, masyarakat sebagai penikmat konten berita semakin dicerdaskan dan terhindar dari isu provokatif.

''Tentunya kita jusnalis lebih meningkatkan kemampuan akan penyaringan sumber informasi berita sehingga terhindar dari informasi hoaks,'' tegasnya.

Selain workshop, AJI Indonesia juga menggelar Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ). Kegiatan ini digelar di Hotel Grand Suka, Sabtu (7/4) dan Minggu (8/4).

UKJ merupakan bentuk tanggung jawab AJI dalam menjaga profesionalisme dan menjalankan amanah Dewan Pers yang mengharuskan setiap jurnalis kompeten dengan tingkat berbeda, mulai dari Muda, Madya dan Utama.

''Selain melaksanakan aturan Dewan Pers mengenai Kompetensi Jurnalis, UKJ juga bentuk tanggung jawab AJI meningkatkan profesionalisme anggota,'' tegasnya.

UKJ kali ini diikuti oleh 20 anggota AJI dari Pekanbaru, Batam, Padang, dan Palembang. Sedangkan yang mendapat amanah menjadi penguji adalah: Budisantoso Budiman (Lampung), Syofiardi Bachyul (Padang), Hasan Basril (Pekanbaru) dan Winahyu Dwi Utami (Pekanbaru).rls

Editor:hasan b
Sumber:rilis
Kategori:PON, Riau, Badminton
wwwwww