Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
3 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
2 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
4
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
2 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
2 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Sepakbola
3 jam yang lalu
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Home  /  Berita  /  Riau

Rektor Unilak Minta Pelaku Penghina Mahasiswa di Proses Hukum

Rektor Unilak Minta Pelaku Penghina Mahasiswa di Proses Hukum
Salah seorang oknum honorer meminta maaf kepada mahasiswa dan keluarga besar Unilak.
Selasa, 10 April 2018 11:16 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Buntut perkataan oknum honorer di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang berkata kasar mengandung unsur penghinaan yang viral di sosial media membuat mahasiswa Unilak Pekanbaru berang.

Ketiga pelaku penghinaan itu satu pria dan dua wanita yang berinisial BEP, SN, dan AT.

Awal kejadian ini dimulai saat ratusan mahasiswa Unilak pada Kamis 5 April kemarin, melakukan aksi demo menuntut kejelasan pencairan bantuan pendidikan bansos Kesra.

Pada saat itulah, tiga oknum tersebut menyebut kata-kata penghinaan dan direkam kemudian viral di sosial media. Jumat, 6 April 2018.

Akhirnya ketiga pelaku yang didampingi oleh Asisten I Setdaprov Riau, Ahmad Syah Haroffie, Kepala Biro Kesra Setdaprov Tiau Masrul Kasmi datang untuk menghadirkan tiga pelaku untuk meminta maaf pada Senin (10/4/2018) kemarin.

Di depan ribuan mahasiswa Unilak salah satu pelaku pria menyatakan permintaan maaf untuk yang pertama dan terakhir kalinya dan siap di proses hukum dan diberhentikan.

Rektor Unilak, Hasnati juga menyambut etikat baik Pemprov Riau beserta jajarannya yang datang untuk meminta maaf tersebut.

"Mahasiswa tersinggung, saya lebih tersinggung lagi tapi tidak harus diselesaikan secara frontal. Yang jelas, kami meminta pelakunya di proses hukum," ungkapnya.

Menurutnya, berfikir secara logis dan secara intelektual diperlukam untuk memperbaiki keadaan dan tidak harus dengan kekerasan. Terlebih lagi Universitas Lancang Kuning yang berbudaya Melayu, mahasiswanya tentu harus mencerminkan budaya Melayu tersebut. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww