Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
12 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
12 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
12 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
17 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Rooslynda Marpaung 'Bandel' Tak Kembalikan Uang Gratifikasi

Rooslynda Marpaung Bandel Tak Kembalikan Uang Gratifikasi
Rabu, 11 April 2018 12:16 WIB
MEDAN- Kalau saja anggota DPR RI dari Partai Demokrat Rooslynda Marpaung tidak "membandel" dan bersedia mengembalikan uang gratifikasi pemberian mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, mungkin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan bersikap "lunak" padanya.

Setidaknya status tersangka korupsi yang tidak "buru-buru" dilekatkan pada dirinya.

Salah seorang staf fraksi di DPRD Sumut menjelaskan ketika pertama kali kasus suap yang melibatkan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 mencuat ke publik, sudah ada mantan kolega Rooslynda sesama bekas anggota dewan yang menyarankan agar dia secepatnya mengembalikan uang pemberian Gatot ke KPK.

Saran tersebut disampaikannya secara langsung ketika bertemu dengan Rooslynda, yang saat itu masih bergabung dengan PPRN.

Sebelum menjadi anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Rooslynda adalah anggota DPRD Sumut dari PPRN.

"Tapi sayangnya dia berkeras menyatakan tidak ada menerima uang dari Gatot, ya sudah," kata staf fraksi yang tidak bersedia disebutkan namanya itu.

Oleh KPK pada satu pemeriksaan di Mako Brimob Polda Sumut dia pernah satu kali ikut diperiksa sebagai saksi.

Katanya, tak cuma Rooslynda, mantan anggota dewan lainnya, seperti yang diperkirakan ikut menerima suap dari Gatot juga disarankannya agar mengembalikan ke KPK. Misalnya Rinawati Sianturi yang kembali terpilih menjadi anggota DPRD Sumut periode 2014-2019.

Bagi Rooslynda, Rinawati dan mantan anggota dewan lainnya yang sudah ditetapkan menjadi tersangka, nasi sudah jadi bubur. Implikasinya, mereka tak cuma terancam menjadi pesakitan. Tetapi juga kehilangan status sebagai wakil rakyat. Masing-masing calon pengganti mereka sudah menunggu ditetapkan menjadi anggota DPR atau DPRD lewat proses PAW.

Johnny Allah Marbun adalah di antaranya. Bertarung di daerah pemilihan yang sama pada Pileg 2009, sudah lama dia ingin merebut kedudukan Rooslynda sebagai anggota DPR RI.

Medanbisnisdaily.com belum berhasil melakukan konfirmasi kepada Rooslyanda Marpaung terkait penolakannya mengembalikan uang gratifikasi dari Gatot.

 

Editor:wen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Beladiri
wwwwww