Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
22 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
23 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
22 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  PON

Keberadaan Organisasi PGRI di Bireuen Vakum

Keberadaan Organisasi PGRI di Bireuen Vakum
Kepala PGRI Bireuen, Zainuddin
Kamis, 12 April 2018 21:05 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Hingga sejuah ini, keberadaan organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bireuen dinilai vakum. Pasalnya, organisasi para guru di Kabupaten Bireuen itu juga tidak ada program kegiatan serta terobosan yang dilakukan para pengurus PGRI.

“Belakangan organisasi guru di Bireuen tidak bergerak dan vakum, bahkan tidak ada terobosan apapun yang dilakukan oleh PGRI Bireuen selama ini,” ujar seorang guru, Asmudi kepada GoAceh, Kamis (12/4/2018).

Diakui Asmudi, sementara setiap bulannya, guru wajib dan dikenakan biaya Rp5000 sebagai iuran.

Sejatinya PGRI bukan hanya sebagai tempat wadah tempat perkumpulan guru saja,  tetapi bagian untuk menampung aspirasi guru, sekaligus menindaklanjuti terhadap meningkatkan kopetansi guru.

“Namun hanya sebatas dokumen saja PGRI di Bireuen. Berbagai program tidak terealisasi, sementara kantornya saja tidak tahu dimana,” terangnya.

Sementara itu Ketua PGRI Bireuen, Zainuddin secara terpisah kepada wartawan mengaku, selama ini pihaknya tetap melakukan rapat setiap enam bulan sekali.

“Kita selalu melakkan rapat evaluasi setiap enam bulan, disamping kegiatan pelatihan, seperti  seminar buku pada tahun 2017 lalu,” katanya.

Keberadaan kantor PGRI saat ini, tambah Zainuddin ada di ruangan kerja kepala Sekolah Dasar IT Muhammadiyah Bireuen."Untuk kantor PGRI kita mamnfaatkan ruangan kepala SD Muhammadiyah dengan ijin kepala sekolah tersebut,” sebutnya. ***

Kategori:PON, Umum, Aceh
wwwwww