Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Polisi: Pembunuhan di Kramat Jati Terindikasi Sakit Hati Pasangan LGBT

Polisi: Pembunuhan di Kramat Jati Terindikasi Sakit Hati Pasangan LGBT
Pelaku pembunuhan saat digelandang petugas. (GoNews.co)
Selasa, 17 April 2018 13:43 WIB
Penulis: C. Karundeng
JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya Putra menyampaikan, dugaan penyebab pembunuhan terhadap karyawan bernama Ali Rahman (33) disinyalir karena hubungan sesama jenis. Alasannya, pemuda itu membunuh korban karena sakit hati.

"Intinya itu ada indikasi LGBT, gay," kata Tony saat dihubungi GoNews.co, Selasa (17/4).

Meskipun demikian, Tony tak menjelaskan apakah ada indikasi perselingkuhan yang dilakukan korban terkait hubungan sesama jenis itu.

"Nanti akan kita jelaskan secara lengkap dirilis ya," tandasnya.

Sementara itu Kapolsek Kramatjati Kompol Nurdin menyampaikan, penangkapan pelaku Petrus Paulus Ualubun (20), adalah berkat hasil pemeriksaan telepon seluler milik korban.

Petunjuk yang diperoleh di ponsel itu yakni ada percakapan antara Petrus dengan Ali.

"Kita sudah bisa memastikan bahwa pelakunya pasti orang dekat. Hpnya kita buka pakai jarinya korban. Kan pakai finger print hpnya. Pas dibuka adalah itu percakapan antara korban dan pelaku," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Petrus ditangkap setelah melarikan diri ke rumah kakak kandungnya di Jalan Raya Serang, RT 12 RW 6, Nomor 33, Desa Sukadami, Cikarang Selatan, pagi tadi.

Terkait penangkapan itu, polisi telah membawa pelaku ke Polres Metro Jakarta Timur untuk diperiksa secara intensif.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, PON, Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww