Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
16 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
17 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Riau

Garap Hutan Ribuan Hektar, Mahasiswa Rohil Adukan PT Pandawa Lima ke DPRD Riau

Garap Hutan Ribuan Hektar, Mahasiswa Rohil Adukan PT Pandawa Lima ke DPRD Riau
Rabu, 18 April 2018 21:33 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Sejumlah mahasiswa Rokan Hilir yang tergabung dalam organisasi Himpunan Pelajar mahasiswa tanah putih (Hipermata) di Riau, mengadukan PT Pandawa Lima ke DPRD Riau. Pasalnya, Hipermata menuduhkan, ribuan hektar hutan masyarakat telah digarap oleh perusahaan tersebut tanpa mengantongi izin kementrian. 

Salah seorang mahasiswa Hipermata Abdul Budi Ain kepada GoRiau.com, menyampaikan tuduhan kepada perusahaan tersebut dikarenakan pihak Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, tidak menemukan izin PT Pandawa.

"Perusahaan ini sudah membuka ribuan hektar hutan masyarakat, tetapi saat kami tanyakan apakah ada izinnya kepada pihak kecamatan, mereka mengatakan tidak ada. Maka itu kami datang ke DPRD untuk mengadukan kasus ini," ujar Abdul, saat mendatangi gedung DPRD Riau, Rabu, (18/4/2018).

"Jadi kami datang kesini membawa aspirasi masyarakat juga, mereka merasa marah karena lahan masyarakat dimanfaatkan dan digarap untuk kepentingan pribadi," tambahnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Riau Asri Auzar saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, menyampaikan akan segera menindaklanjuti aspirasi mahasiswa terkait perusahaan tersebut. Untuk itu, pihaknya akan meninjau langsung kelahan yang dimaksud sehingga dapat memastikan dengan tepat batas - batas lahan yang diserobot oleh perusahaan itu.

"Iya, mereka sudah menghubungi saya dan menjelaskan seperti apa situasi dan peristiwanya. Untuk itu nanti kita akan kunjungi langsung lahan yang diduga diserobot tersebut," ujarnya.

Kemudian, Asri Auzar berpesan agar aparat penegak hukum, seperti kepolisian segera menindaklanjuti laporan mahasiswa ini. Apalagi kasus seperti ini, sangat merugikan masyarakat dan merusak lingkungan hutan masyarakat.

"Ya kita minta aparat penegak hukum agar menindaklanjuti secepatnya kasus ini. Jika tidak, dikhawatirkan masyarakat akan bertindak anarkis. Karena ini memang sangat merugikan masyarakat," ungkapnya. ***

Kategori:Olympic, Riau, PON
wwwwww