Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Memotivasi Lifter Pelatnas Asian Games 2018 Lewat Test Progress di Gadjah Sena Pringsewu

Memotivasi Lifter Pelatnas Asian Games 2018 Lewat Test Progress di Gadjah Sena Pringsewu
Rabu, 18 April 2018 20:12 WIB
Penulis: Azhari Nasution
LAMPUNG - Ternyata Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat dan Bina Raga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) pimpinan Rosan Perkasa Roeslani tak melupakan sejarah. Makanya, sebanyak 11 lifter pelatnas Asian Games 2018 diboyong ke Padepokan Angkat Besi Gadjah Sena Pringsewu, Lampung sejak 3 April 2018 lalu.

Di padepokan milik Imron Rosadi, PB PABBSI menggelar rangkaian Test Progress IV yang bertujuan untuk melihat perkembangan prestasi lifter pelatnas Asian Games 2018. Sebelumnya, Test Progress telah tiga kali digelar di Mako Pasmar Kwini, Jakarta Pusat. 

"Pringsewu itu gudangnya lifter angkat besi Indonesia. Dari tempat sejarah angkat besi ini telah banyak lahir lifter berprestasi di ajang multi event dan kejuaraan dunia. Makanya, PB PABBSI memboyong 11 atlet pelatnas ke tempat bersejarah ini agar mereka lebih termotivasi untuk meraih prestasi pada Asian Games 2018 nanti," kata Wakil Ketua Umum PB PABBSI, Djoko Pramono di Lampung, Rabu (18/4/2018). 

Keberadaan Gadjah Sena Pringsewu, kata Djoko Pramono, telah mendunia berkat prestasinya. Makanya, jelas Djoko, banyak negara yang berminat untuk menitipkan lifternya.

Selain memotivasi lifter pelatnas Asian Games 2018, kata Djoko, misi lain dsri Test Progress adalah mengingatkan pemerintah daerah agar memberikan perhatian khusus cabang angkat besi sehingga prestasi yang pernah dicatat Pringsewu bisa terulang kembali. 

"Dua tahun lagi Eko Yuli dan kawan-kawan harus ada penggantinya. Peran pemerintah daerah Pringsewu sangat dibutuhkan dalam mengembalikan prestasi yang telah dicatat Gadjah Sena Pringsewu. Sebab, saya melihat masih ada setitik harapan karena ada 40 bibit atlet muda yang tengah digodok," kata Djoko di hadapan  Bupati Pringsewu, Haji Sujadi Sadad beserta jajarannya yang hadir pada acara Test Progress.

Sejak berdiri tahun 1963, Padepokan Gadjah Sena Pringsewu telah mencetak atlet berprestasi di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), multi event dan kejuaraan dunia. 

Sejak PON 1969 hingga PON 2016 tercatat 107 emas, 50 perak dan 26 perunggu yang diraih atlet jebolan Gajah Sena Pringsewu. 

Di SEA Games tercatat 42 medali emas  dan 5 perak telah dikoleksi. Lalu, 1 perak Asian Games lewat Supeni dan 3 perunggu dari Jadi Setiadi, Sri Indriani dan Ponco Ambarwati. Dan, di Olimpiade diraih 1 perak yang dihasilkan Citra Febriati dan 2 perunggu dan Sri Indriyani Winarni. 

Kemampuan Imron Rosadi dalam melahirkan atlet kaliber dunia memang tidak diragukan. Lewat sentuhannya juga lahir Winarni yang merupakan peraih emas pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi Senior, peraih perak Sri Indriani dan 2 perunggu atas nama Ponco Imbarwati dan Bastiah. 

Prestasi yang dicatat Imron semakin lengkap. Tatkala, Sri Indriani tiga kali memecahkan rekor dunia pada Kejuaraan Angkat Besi Dunia Yunior dan Jadi Setiadi meraih perak. 

Sebelumnya, Jadi Setiadi, Okta Dwipramita, Sri Indriani, dan Citra Febriati juga telah mengukir prestasi dengan meraih emas pada Kejuaraan Angkat Besi Asia Yunior. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, PON, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww