Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Riau

Tahun Ini, Harga CPO Diprediksi Sulit Menanjak dan Dikhawatirkan Berimbas pada Industri Kelapa Sawit

Tahun Ini, Harga CPO Diprediksi Sulit Menanjak dan Dikhawatirkan Berimbas pada Industri Kelapa Sawit
Ilustrasi. (Internet)
Rabu, 18 April 2018 12:07 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia diprediksi sulit menanjak tahun ini. Bahkan, cenderung semakin melemah.

Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu mengatakan, hal ini disebabkan oleh banyaknya faktor yang melemahkan pergerakan harga seperti stok CPO yang melimpah dan proyeksi ringgit Malaysia yang menguat. Kondisi ini juga dikhawatirkan bakal mengganggu keseimbangan harga kelapa sawit di tanah air.

"Belum lagi diterpa oleh isu penolakan Uni Eropa dan kebijakan India yang menaikkan pajak impor CPO," kata Tengku di Pekanbaru, Rabu (18/4/2018).

Sedangkan faktor internal, penurunan harga TBS juga dipengaruhi oleh penurunan harga jual CPO dari seluruh perusahaan sumber data.

"Meskipun harga jual kernel ada yang mengalami kenaikan namun tidak cukup untuk mempertahankan harga TBS," imbuhnya.

Yang mana, untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp 172,29/Kg, Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 149,52/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 27,28/Kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 105,28/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp 120,00/Kg dari harga minggu lalu.

Untuk harga jual kernel, Sinar Mas Group mengalami kenaikan sebesar Rp 188,82/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 45,46/Kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 109,38/kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp 6,00/Kg dari harga minggu lalu.  ***

Kategori:Ekonomi, Riau, Voli
wwwwww