Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Pasca Kerusuhan di Mako Brimob, Lapas dan Rutan di Sumut Perketat Pengamanan

Pasca Kerusuhan di Mako Brimob, Lapas dan Rutan di Sumut Perketat Pengamanan
Sabtu, 12 Mei 2018 11:23 WIB
MEDAN - Pasca kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Selasa (8/5) kemarin, Divisi Pemasyarakatan (Div Pas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwilkumham) Sumatera Utara, menginstruksikan seluruh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) agar lebih siaga.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwilkumham Sumut, Hermawan Yunianto mengatakan, hal itu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi aksi pemberontakan oleh narapidana teroris seperti di Mako Brimob.

Selain itu, sambungnya, seluruh Kalapas dan Karutan di jajaran Kanwilkumham Sumut juga diminta berkoordinasi dan bekerjasma dengan Polres setempat agar memperketat pengawasan.

"Setiap Lapas dan Rutan yang ada narapidana terorisnya, mereka sudah membangun koordinasi secara intensif dengan Polres setempat. Hal itu sudah kita laksanakan," kata Hermawan.

Hermawan menjelaskan, kejadian di Mako Brimob itu kabarnya sudah merebak ke Lapas dan Rutan di daerah-daerah lain. Oleh karena itu, pihaknya langsung mengambil sikap agar peristiwa tersebut tidak terjadi di Sumatera Utara.

"Saat ini di Sumut tinggal sekitar 5 sampai 6 narapidana teroris yang ditahan di Lapas dan Rutan. Untuk para narapidana kasus terorisme yang ditahan saat ini terdapat di Labuhan Ruku, Panyabungan dan Rutan Perempuan," pungkasnya.

Seperti diketahui, pemberontakan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, mengakibatkan lima personel polisi gugur akibat dibunuh napi teroris.

Kelima polisi yang gugur tersebut adalah Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, dan Briptu Luar Biasa Anumerta Fandy Nugroho. Selain itu satu napi teroris juga tewas karena melakukan perlawanan.***

Editor:Wen
Sumber:Analisa
Kategori:Sumatera Utara, Voli, Olympic, PON
wwwwww