Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
22 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
16 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
19 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
20 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
24 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

KNPI Sumut: Evaluasi Kapolri, Kepala BIN dan Densus 88

KNPI Sumut: Evaluasi Kapolri, Kepala BIN dan Densus 88
Minggu, 13 Mei 2018 18:49 WIB
Penulis: Rel
MEDAN - Segala bentuk teror tidak dibenarkan dalam ajaran agama apapun. Untuk itu, aksi-aksi terorisme harus diberengus hingga ke akar-akarnya.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua KNPI Sumut Sugiat Santoso menyikapi aksi terorisme berupa bom bunuh diri yang dilakukan di gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018).

"KNPI Sumut mengutuk aksi biadab yang pagi tadi memakan korban jiwa saat saudara-saudara kita umat Kristiani sedang melakukan ibadah di gereja," tegasnya.

KNPI Sumut juga mendesak aparat kepolisian dan pihak berwajib lainnya untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menghukum dalang di baliknya.

"Ada upaya yang sistematis untuk menjadikan Indonesia ini seolah rawan aksi terorisme. Dalangnya bisa siapa saja, negara tidak boleh kalah, usut dan hukum dengan berat dalang di baliknya," ujar Sugiat.

Selain itu, Sugiat juga melihat, ada oknum tertentu yang coba mengarahkan insiden pagi tadi sebagai upaya mempertebal ketakutan masyarakat terhadap Islam (Islamphobia).

"Sudah berulang kali ditegaskan, Islam adalah ajaran kedamaian. Tak pernah dibenarkan melakukan aksi kekerasan, begitu juga dengan ajaran lain. Jadi aksi terorisme, dimana pun terjadi, itu tidak ada hubungannya dengan agama atau ajaran tertentu," jelas Sugiat.

Sebaliknya, pihak paling bertanggungjawab adalah aparat negara yang berwenang dalam penindakan atau pencegahan aksi terorisme.

"Presiden Jokowi harus segera mengevaluasi Kapolri, Kepala BIN, dan Kepala Densus 88 Anti Teror. Instansi yang mereka pimpin itu seharusnya mampu melakukan pencegahan," tandasnya.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Voli, Olympic, PON
wwwwww