Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
12 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
19 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
5
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
20 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Akademisi: Pasangan Djoss Lebih Paham Persoalan Sumut dan Punya Konsep

Akademisi: Pasangan Djoss Lebih Paham Persoalan Sumut dan Punya Konsep
Pasangan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus terlihat kompak saat acara debat publik kedua yang digelar KPU Sumut di Hotel Adi Mulya.
Senin, 14 Mei 2018 15:05 WIB
Penulis: Rel
MEDAN - Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus diyakini lebih mengetahui pokok persoalan yang dihadapi provinsi ini.

Hal ini dikatakan Dosen Sosiologi Universitas Negeri Medan (Unimed), Muhammad Iqbal yang menyikapi hasil debat publik kedua Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut dengan tema 'Pembangunan yang Berkeadilan dan Kesetaraan', yang digelar di Ballroom Hotel Adi Mulia, Medan.

"Paparan awal yang diberikan pasangan Eramas terlihat tidak konkret. Paparan lebih menekankan pembangunan ekonomi yang dibagi menjadi ekonomi dan non-ekonomi dan menyajikan data jumlah kemiskinan. Paparan awal pasangan Djoss langsung menggunakan media bantu visual. Terasa pasangan ini ingin menunjukan kepada publik, bahwa mereka sudah memiliki ide dan konsep yang dapat dilakukan jika terpilih nanti," ungkap Iqbal, Senin (14/5/2018) di Medan.

Iqbal menjelaskan, bagi pasangan Djoss, Pembangunan yang Berkeadilan dan Kesetaraan itu berkaitan dengan adil secara struktur pendapatan dan wilayah. Sementara itu kesetaraan berkaitan dengan membangun tanpa membedakan serta memiliki prioritas terhadap perempuan.

"Oleh karena itu, untuk mewujudkannya, pembangunan Sumut perlu percepatan keadilan dan pemerataan," tuturnya.

Bahkan, Iqbal menilai, kejutan terjadi saat Djarot melontarkan pertanyaan kepada Edy soal stunting, yang menjadi isu nasional mengenai  tumbuh kembang anak yang lambat.

"Edy terlihat benar-benar tidak menguasai persoalan yang sensitif yang sebenarnya persoalan stunting sudah menjadi persoalan secara nasional," ungkap Iqbal.

Secara keseluruhan debat kedua ini, dirinya menilai, bahwa Paslon Eramas terlihat kaku dan tidak menyentuh pokok visi misi dan persoalan yang dihadapi Sumut. Di mana, argumentasi atau tanggapan kurang menyentuh persoalan, sangat normatif, tidak menguasai masalah, terlalu konseptual dan teoritis serta kurang konkret.

"Sedangkan Djoss, tidak normatif melainkan pemberian solusi. Djoss pasangan dinamis, terlihat pembagian antara Djarot dan Sihar. Tanggapan atau jawaban lebih menyentuh persoalan dan konkret, memiliki konsep yang dapat diimplementasikan," pungkas Iqbal.

Debat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumut itu guna mengetahui pemaparan visi misi dan program masing-masing Paslon, agar menjadi penilaian dan penguatan masyarakat untuk menentukan pilihannya di Pilkada Serentak 2018 Sumatera Utara 27 Juni 2018 mendatang. ***

Editor:Wen
Kategori:Sumatera Utara, Metropolitan
wwwwww