Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
9 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Aksi 2 Ribu Lilin di Medan, Warga Tolak Aksi Teror dan Paham Radikal

Aksi 2 Ribu Lilin di Medan, Warga Tolak Aksi Teror dan Paham Radikal
Senin, 14 Mei 2018 15:14 WIB
Penulis: Rel
MEDAN - Seluruh lapisan masyarakat Kota Medan dan sekitarnya berduka atas tragedi teror bom di Kota Surabaya, dengan mengelar Aksi 2.000 Lilin di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (13/5/2018) malam.

Aksi solidaritas tersebut juga menolak paham radikalisme di Indonesia. Aksi ini spontan dilakukan kelompok anak muda, yang ajakannya tersebar melalui aplikasi pesan WhatsApp. Dengan cepat, aksi solidaritas dan duka atas aksi teror di Kota Surabaya itu mendapat respon positif dari para pemuka agama, organisasi kepemudaan, mahasiswa dan masyarakat dari berbagai lapisan berkumpul di Lapangan Merdeka, Medan.

Tema Aksi 2.000 Lilin Pray For Surabaya dengan tagar utama #NKRIBerduka, serta tagar lainnya #MainCepat, #KamiTidakTakut, #GenerasiMudaBersatu, dan #IndonesiaPeduliKemanusiaan, mengajak masyarakat dari berbagai agama, golongan dan latar belakang mengecam aksi tak manusiawi itu, menolak aksi teror dan paham radikalisme.

 

Dalam aksi tersebut, warga yang hadir menyalakan lilin sebagai tanda duka atas tragedi berdarah yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan orang lainnya itu. Juga membubuhkan tanda tangan pada kain panjang yang dibentangkan sebagai aksi penolakan aksi teror dan paham radikalisme di Tanah Air.

Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara Sihar Sitorus turut berduka dan mengutuk keras atas tragedi ledakan bom di sejumlah gereja di Kota Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi.

"Saya atas nama pribadi dan keluarga, mengucapkan turut berbelasungkawa atas tragedi ledakan bom di Surabaya. Kita semua berduka,” tutur Sihar di Medan.

Sihar mengatakan, tragedi tersebut tak hanya membuat keluarga para korban kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Menurutnya, peristiwa berdarah tersebut tak dapat ditolerir. Sebab, tak satu pun agama di muka dunia yang menghalalkan membunuh orang-orang yang tak berdosa. Apalagi dengan cara bom bunuh diri di tempat ibadah itu.

“Tragedi ini sungguh sangat tidak manusiawi. Sedih lihat kondisinya. Ini bukan duka bagi keluarga para korban saja, ini duka kita semua, duka Indonesia,” ujar pendamping Cagub Sumut, Djarot Saiful Hidayat itu.***

Editor:Wen
Kategori:Sumatera Utara, Voli
wwwwww