Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
14 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Badminton

Kisah Almarhum Bupati Enthus Tutup 115 Lokalisasi Terbesar di Pantura Tanpa Gejolak

Kisah Almarhum Bupati Enthus Tutup 115 Lokalisasi Terbesar di Pantura Tanpa Gejolak
Ki Enthus saat masih hidup dikenal dekat dengan warganya. (Istimewa)
Senin, 14 Mei 2018 21:36 WIB
TEGAL - Pemerintah Kabupaten tegal yang dipimpin seniman atau Dalang Enthus Susmono dikenal sangat elegan saat menutup tempat-tempat penyaluran hasrat laki-laki hidung belang.

Bupati Enthus pun kini telah tiada, meninggal dunia di RSUD Slawi, Senin (13/5/2018) karena menderita penyakit gula darah.

Semasa hidup dan menjabat Bupati, Ki Enthus pernah sukses menutup 4 lokalisasi terbesar di pantura. Hebatnya, penutupan ini tidak menimbulkan gejolak pro kontra lokalisasi tersebut.

Saat itu, pemerintah kabupaten Tegal menggandeng Kementerian Sosial dalam penutupan permanen 4 lokalisasi tersebut, (19/5/2017).

Lokalisasi atau tempat prostitusi yang ditutup pak Enthus adalah Turunan di Desa Maribaya, Gang Sempit di Desa Kramat, Wandan di Desa Munjungagung Kecamatan Kramat, dan Peleman di Desa Sidaharjo, Kecamatan Suradadi.

Proses penutupan tempat prostitusi ini dibantu puluhan Satpol PP, Polisi, TNI AD, dan TNI AL. Dengan pendekatan yang humanis, sehingga tidak ada pihak yang melawan.

Sebelum dilakukan penutupan, pemkab Tegal sudah memberikan pelatihan terhadap penghuni lokalisasi. Hal menarik lainnya yaitu, Pemerintah Kabupaten Tegal dan Kemensos memberikan bantuan kepada mantan penghuni berupa alat wirausaha dan uang sebesar Rp 5,5 juta.

Mantan penghuni lokalisasi dibuatkan rekening bank yang bertujuan agar mereka dapat menabung dan memulai usaha dengan cara halal.

Tanpa Masalah, Bupati Enthus Tutup Lokalisasi Terbesar

"Pengalaman saya sendiri, jujur saja 60 lokalisasi sudah saya datangi saat akan ditutup. Namun, di Kabupaten Tegal yang paling teduh dan adem ayem. Tidak ada kegaduhan atau gejolak sama sekali. Ini benar-benar luar biasa," kata Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RSTS KPO) Kementerian Sosial, Sonny W Manalu.

Menurutnya, daerah lain perlu melakukan study banding ke Tegal. Karena hanya kab tegal saja yang bisa melakukan penutupan tempat pelacuran secara damai dan tanpa masalah.

"Nanti akan saya jadikan percontohan dan tempat studi banding penanganan prapenutupan lokalisasi," katanya.

Ia menambahkan, Kementerian Sosial berkomitmen bersama pemerintah kabupaten setempat untuk menutup semua lokalisasi yang ada.

"Sampai saat ini sudah 115 tempat lokalisasi sudah kami tutup permanen, sehingga terwujud Indonesia bebas prostitusi pada 2019," terang Sonny.

Selain itu, Almarhum Enthus juga dikenal sebagai seniman handal. Ia memang seorang dalang yang sangat terkenal sampai ke luar negeri. Gayanya yang kocak dan mudah menyampaikan materi, membuat anak-anak muda juga senang menonton wayang.

Ki Enthus juga dikenal sebagai penceramah, dai sekaligus pengurus Banser di Jawa Tengah. Ia sangat dekat dengan para Kyai, habaib dan santri.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:berbagai sumber
Kategori:Badminton, Olympic, Jawa Tengah
wwwwww