Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
Peristiwa
9 jam yang lalu
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
2
Dirjen PRL Kementerian Kelautan Wafat Setelah Terinfeksi Corona
Nasional
13 jam yang lalu
3
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
Politik
11 jam yang lalu
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
4
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
Politik
9 jam yang lalu
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
5
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan 'Para-Para Papua'
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan Para-Para Papua
6
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Semua Venue Tersentralisasi, Pelaksanaan Asian Games di Palembang Tak Mengkhawatirkan

Semua Venue Tersentralisasi, Pelaksanaan Asian Games di Palembang Tak Mengkhawatirkan
Senin, 14 Mei 2018 12:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Konsentrasi dan beban INASGOC (panitia) untuk pelaksanaan Asian Games 2018 di Palembang ternyata cukup ringan. Hal ini karena pelaksanaan Asian Games di Palembang, semua venue tersentralisasi di kawasan Jakabaring Sport City (JSC).

Demikian diungkapkan Sekjen Inasgoc Eris Herryanto saat apel siaga persiapan jelang 100 hari Asian Games 2018 di pelataran Shooting Range (menembak) JSC, Minggu (13/05). Hadir dalam kesempatan itu panitia daerah Asian Games 2018, komisaris dan direksi PT JSC, para pejabat Pemprov Sumsel, perwakilan KONI Sumsel, serta tamu undangan lainnya.

Eris memberikan pengarahan kepada ratusan petugas dan pegawai PT JSC yang nantinya akan menjadi tulang punggung pelaksanaan Asian Games di Palembang. "Apel ini untuk kesiapan, yang jelas Inasgoc sudah masuk kepada fase penyelenggaraan, bukan lagi perencanaan," kata Eris.

Dilanjutkannya, perlu adanya persiapan-persiapan, terutama bagi yang terlibat selama ini. "Perlu tata organisasi, karena ujung tombak nanti adalah yang ikut apel. Penting ketemu beliau-beliau, karena butuh kesiapan untuk bekerja saat game time (waktu pertandingan) nanti," lanjut Eris.

Menurut Eris, Inasgoc sama sekali tidak khawatir terkait infrastruktur di Palembang. Hal itu berdasarkan laporan terakhir, pembangunan venue akan selesai pada Juni mendatang. Selain itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin telah memberikan perhatian khusus.

Secara khusus, Eris memuji keberadaan kompleks JSC yang memudahkan INASGOC dalam menyelenggaraan Asian Games 2018.

"Saya sangat hormat dengan lokasi yang tersentralisasi. Buat kami ini memudahkan karena tidak terpisah-pisah. Bayangkan di Jawa Barat ada 6 cabang olahraga, yang venue tersebar di Cirebon, Subang, Puncak, Bogor, dan lain-lain. Itu dampaknya dalam siapkan harus terpecah, dukungan terpecah, misalnya transportasi dan catering. Memang semuanya perlu konsentrasi, tapi di Palembang tidak terlalu membebano sebesar Jakarta dan Jawa Barat," bebernya.

Dalam apel tersebut, Eris memotivasi para petugas, dan staf PT JSC bahwa menjadi sebuah kehormatan terlibat dalam Asian Games 2018. "Tugas dan tanggung jawab menjadi duta bangsa ini harus dijalankan sebaik-baiknya," tuturnya.

Sementara Direktur Utama PT JSC Bambang Supriyanto mengaku senang dengan kehadiran Sekjen Inasgoc. Sehingga pihaknya dapat terus berbenah demi kesempurnaan penyelenggaraan Asian Games 2018.

"Untuk di Palembang, kompleks Jakabaring Sport City ini jadi pusatnya. Artinya semua harus disiapkan dengan baik. Makanya kita selaku tuan rumah sangat antusias mendengarkan motivasi dan arahan dari pak Eris," pungkasnya.***


wwwwww