Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
2
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
3
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Sepakbola
24 jam yang lalu
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
4
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
23 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
5
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
6
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
3 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Gugatan Dikabulan PTUN dan PT TUN, Mahasiswa USU Ini Kini Menunggu Keadilan dari MA 

Gugatan Dikabulan PTUN dan PT TUN, Mahasiswa USU Ini Kini Menunggu Keadilan dari MA 
Kamis, 17 Mei 2018 14:02 WIB
MEDAN - Dipecat dari kampusnya di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), mahasiswa ini berharap keadilan bisa didapatkannya dari Mahkamah Agung (MA).

Sebelumnya gugatannya di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) atas keputusan USU yang memecatnya dikabulkan.

Terpaksa jalur hukum yang ditempuhnya karena pihak USU yang memecatnya pada Desember 2016 dinilai telah bertindak semena-mena. Dialah Anry Tulus Sianturi (26), mahasiswa jurusan Agro Teknologi atau Ilmu Tanah. Dia dikeluarkan saat tengah menyelesaikan tugas akhir atau skripsinya.

"Kemungkinan bulan Juni ini sudah ada keputusan MA, saya berharap akan menguatkan keputusan PTUN dan PT TUN," kata Anry.

Alasan pihak USU memecatnya adalah terkait keterlambatan pembayaran uang kuliah. Dia juga dikatakan tidak mengikuti perkuliahan selama beberapa semester, dibuktikan dengan tidak mengisi kartu rencana studi (KRS). Akan tetapi keduanya dikatakan tidak benar. Pihak USU mengada-ada atau mencari-cari alasan.

Pada bulan September 2016 atau tiga bulan sebelum ditetapkan dipecat, Anry menyatakan sudah membayarkan kewajibannya. Soal tidak ikut kuliah, hal tersebut juga bohong. Dia bisa membuktikannya dengan memperlihatkan salinan KRS selama beberapa semester yang ada pada pihak akademik FP USU.

Terkait tuduhan-tuduhan kebohongan tersebut dalam waktu bersamaan dengan gugatannya ke PTUN, Anry juga sempat mengadukan pihak USU ke Polda Sumut. Akan tetapi penyidikan oleh kepolisian tidak berlanjut.

"Saya menduga aktivitas sebagai Gubernur Mahasiswa di FP jadi alasan utama pihak USU mendepak saya dari kampus," tegas Anry. ***

Editor:Wen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Beladiri, PON
wwwwww